Breaking News:

Evaluasi dan Diseminasi Hasil Pilkada 2020, KPU Bantul Sebut Partisipasi Masyarakat Meningkat

Meski di tengah pandemi COVID-19, partisipasi masyarakat Bantul pada Pilakada 2020 justru meningkat dibanding Pilkada 2015 lalu

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul melaksanakan evaluasi sosialisasi dan diseminasi hasil pemilihan Tahun 2020. 

Ketua KPU Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho, mengatakan dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 ada kekhawatiran terjadi penurunan partisipasi masyarakat.

Hal itu karena penyelenggaraan Pilkada 2020 dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.

Namun ternyata kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Nyatanya tingkat partisipasi masyarakat justru terbilang tinggi, yaitu 80,32 persen. 

"Sempat ada kekhawatiran partisipasi masyarakat menurun karena pandemi COVID-19. Tetapi ternyata partisipasi justru tinggi, yaitu 80,32 persen. Partisipasi Kabupaten Bantul menjadi yang tertinggi se-DIY,"katanya, Selasa (02/03/2021).

Ia menyebut, meski di tengah pandemi COVID-19, partisipasi masyarakat justru meningkat dibanding Pilkada 2015 lalu.

Peningkatan partisipasi mencapai 5 persen.

Menurut dia, ada banyak faktor yang mempengaruhi meningkatnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020. 

"Pada Pilkada 2015 capaian partisipasi sebesar 75,27 persen, artinya ada peningkatan 5 persen. Tentunya disebabkan banyak faktor antara lain akurasi daftar pemilih tetap (DPT), masifnya kegiatan sosialisasi baik daring atau luring serta dukungan dari pihak-pihak terkait,"terangnya. 

Sementara itu, Ketua Divisi Partisipasi masyarakat, sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul, Musnif Istikomah, menerangkan partisipasi tertinggi berada di Kapanewon Dlingo, dengan capaian 86,01 persen. 

Sedangkan untuk capaian terendah berada di Kapanewon Banguntapan, dengan capaian 71,92 persen. 

"Perbedaan yang signifikan dalam hal partisipasi ini perlu dikaji lebih lanjut. Untuk itu KPU Bantul membuka peluang bagi akademisi dan perguruan tinggi melakukan penelitian terkait hal ini,"terangnya. 

Ia menambahkan, dalam gelaran pesta demokrasi tersebut partisipasi perempuan lebih tinggi, yaitu 83,98 persen.

Oleh sebab itu, ia berharap ke depan partisipasi laki-laki bisa meningkat. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved