Breaking News:

Kota Yogya

Ribuan Guru dan Tenaga Kependidikan di Kota Yogya Masuk Potensi Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

Ribuan guru dan tenaga kependidikan di Kota Yogyakarta telah masuk pendataan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori saat memberikan penghargaan terhadap siswa berprestasi bidang riset, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan guru dan tenaga kependidikan di Kota Yogyakarta telah masuk pendataan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sejauh ini, potensinya tercatat lebih kurang 8 ribu orang dari tingkat TK, hingga SMP.

Sekadar informasi, guru dan tenaga kependidikan memang disertakan dalam prioritas vaksinasi tahap ke dua, bersama lini-lini pelayanan publik lainnya, seperti TNI, Polri, ASN, pemuka agama, pedagang, maupun awak media.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan proses pendataan tersebut.

Selanjutnya, data yang terkumpul ini, diserahkan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

"Sudah semuanya, dari TK, SD SMP, baik PNS, maupun non PNS. Itu termasuk karyawan dan sebagainya juga, karena mereka kan tenaga kependidikan, ya," cetusnya.

Baca juga: Sekda DIY Sebut Peluang untuk Sekolah Tatap Muka Mulai Juli Sangat Memungkinkan

Baca juga: 16.909  Guru dan Tenaga Kependidikan SMA/SMK di DI Yogyakarta Didata untuk Menerima Vaksin COVID-19

Ia mengakui, vaksinasi bagi tenaga kependidikan sangat penting, sekaligus untuk menunjang kesiapan, menjelang dimulainya kembali sekolah tatap muka. Akan tetapi, ia belum mengetahui terkait waktu pelaksanaanya.

"Datanya sudah, tapi soal kapan pelaksanaannya, belum. Sekarang baru sosialisasi, nanti jadwal-jadwalnya itu kan tergantung dari Dinas Kesehatan," tandas Budi.

Menurutnya, Pemkot Yogyakarta memang telah mematok target memulai pembelajaran tatap muka pada semester dua, atau Juni mendatang. Skema dan infrastrukturnya, sampai sejauh ini juga sudah sepenuhnya beres.

"Sekarang sudah selesai. Dari segi infrastruktur, kita siap masuk. SOP juga sudah siap. Tapi, kita kan masih melihat situasi dan kondisinya dulu tentunya," terangnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak bisa serta merta memulai kembali pembelajaran tatap muka ini, tanpa disertai restu dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta.

"Kita belum tahu, ya. Di masa pandemi seperti ini, berpikir enam bulan kedepan itu kok rasanya terlalu jauh. Kita tidak bisa berandai-andai lah," pungkas Budi. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved