Breaking News:

KRL Yogya-Solo, Sarana Kereta Api dengan Tampilan Kearifan Lokal

Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya – Solo telah beroperasi berbayar sejak 10 Februari 2021 lalu seiring dengan pemberlakuan GAPEKA 2021.

Istimewa
Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya – Solo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya – Solo telah beroperasi berbayar sejak 10 Februari 2021 lalu seiring dengan pemberlakuan GAPEKA 2021.

Kendati demikian, sebagian masyarakat belum mengetahui keunggulan kereta yang menggantikan KRD Prameks ini. Berikut adalah penjelasan tentang sarana KRL Yogya – Solo.

Untuk melayani lintas Yogya – Solo pada tahap awal telah dioperasikan 3 Trainset (TS) dengan 4 Stam Formasi (SF) KRL KfW atau biasa disebut dengan KRL seri i9000, dan 1 TS KRL dengan 8 SF seri JR 205.

Perlu diketahui untuk KRL seri JR 205 adalah buatan Jepang, sementara KRL KfW merupakan hasil konsorsium antara PT. INKA Madiun dengan Bombardier.

Baik KfW dan JR 205 di badan kereta dan interior telah ditambahkan motif batik yang menggambarkan kearifan lokal Yogya dan Solo. Motif yang ditampilkan adalah motif batik Parang Barong, dengan dominan warna merah untuk menunjukkan ke khas-an wilayah Kota Yogya dan Solo, yang merupakan sentra kerajinan batik.

Sejak Tahun 2019, Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan telah merevitalisasi 10 Trainset KRL seri KfW untuk menunjang operasional KRL Yogya – Solo. Saat ini sudah ada 4 trainset KRL yang sudah berada di Yogya – Solo, sisanya masih dalam proses revitalisasi oleh PT. INKA dengan target penyelesaian pada Tahun 2021 ini. Harapannya ke sepuluh trainset KRL seri KfW ini dapat mendukung operasional KRL Yogya – Solo.

Revitalisasi KRL seri KfW ini meliputi penambahan fitur penurunan daya untuk efisensi konsumsi listrik kereta, penggantian AC, penggantian pantograf, perubahan livery, colour scheme eksterior dan interior, normalisasi performance system KRL seperti sistem pengereman, propulsi dan traction motor, perpintuan, coupler elektrik, instalasi listrik, dan sistem komunikasi.

Suasana di dalam KRL Yogya-Solo
Suasana di dalam KRL Yogya-Solo (Istimewa)

Penggantian KRD Prameks dengan KRL bukan tanpa alasan. Dari sisi okupansi jauh lebih besar dibanding Prameks, akselerasi dan keandalan yang lebih baik sehingga headway bisa lebih kecil dan kenyamanan para penumpang baik dari sisi layanan ticketing maupun di dalam kereta juga meningkat.

Selain itu juga, penggunaan kereta listrik ini lebih ekonomis dibanding kereta diesel sehingga biaya operasi pembentuk tarif lebih rendah. Hal lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan energi listrik ini juga mendukung pengurangan polusi udara dan menjaga lingkungan dibandingkan KA diesel. Oleh sebab itu pengembangan kedepan adalah memanfaatkan energi listrik ini sebagai penggerak kereta.

Untuk mengoptimalkan pengoperasian KRL Yogya – Solo, Kemenhub juga telah menambah titik stasiun layanan KRL dari semula 7 Stasiun saat dilayani KRD Prameks menjadi 11 Stasiun. Stasiun tambahan tersebut yaitu Srowot, Gawok, Delanggu dan Ceper. Penambahan ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat untuk lebih mau lagi menggunakan KRL.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved