Breaking News:

Pendidikan

Pakar Linguistik UGM Soroti Penurunan Kemampuan Bahasa Siswa Selama Pandemi

Proses belajar mengajar tidak hanya transfer pengetahuan namun juga mampu mengubah perilaku dan karakter siswa.

SC line
Ilustrasi pembelajaran secara daring 

 “Jika selama ini hanya mengirimkan perintah mengerjakan tugas, sehingga kehilangan konteks. Yang ada hanya teks. Memang murid membaca buku tematik namun guru tidak hadir di situ,” katanya.

Meski kondisi pandemi yang mengharuskan guru dan murid menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak maka satu di antara yang bisa dilakukan membangun interaksi secara virtual.

Ia menilai jika siswa SMP dan SMA bisa melakukan kegiatan belajar daring lewat aplikasi pertemuan virtual.

Tetapi, bagi siswa SD, hal itu sulit dilakukan.

Oleh karenanya membentuk grup di aplikasi pesan dalam batas waktu tertentu.

Baca juga: Hampir Setahun Siswa Belajar Daring, Orang Tua Paling Diandalkan untuk Pendidikan Karakter

“Di aplikasi pesan itu bisa menerapkan umpan balik antar siswa dan Guru. Bila ada feedback dan diskusi diberi penilaian dengan waktu setengah atau satu jam.Waktu belajar bisa gantian guru gurunya,” katanya.

Sailal memaklumi dengan adanya kegiatan belajar mengajar secara daring ini mengharuskan pendampingan dari orang tua yang rata-rata dilakukan oleh para ibu-ibu.

Peran yang seharusnya dilakukan oleh para Guru.

Namun begitu tidak sedikit para orang tua yang merasa kewalahan dan mengeluh dikarenakan mereka mau tidak mau orang tua harus belajar kembali untuk memahami dan menguasai materi pelajaran si anak.

“Akibatnya Guru sebagai role model untuk belajar budi pekerti bahasa yang baik akibat pandemi ini menjadi jauh berkurang,” pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved