Breaking News:

Tak Sanggup Beli Vapor, Tukang Parkir Ini Curi Dua HP di Wirobrajan Yogyakarta Untuk Beli Vapor

Lantaran tak memiliki uang cukup untuk membeli vapor, remaja bernama AS alias Sempal (22) nekad mencuri dua buah handphone

TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Petugas polisi perlihatkan barang bukti kasus pencurian dua buah Handphone di Yogyakarta, Jumat (26/2/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lantaran tak memiliki uang cukup untuk membeli vapor, remaja bernama AS alias Sempal (22) nekad mencuri dua buah handphone di salah satu rumah milik Febry Perdana Putra di Jalan Menjangan, Kelurahan Pekuncen, Wirobrajan, Yogyakarta, Selasa (12/2/2021) lalu.

Akibat perbuatannya itu, remaja asal Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta itu pun diringkus petugas Kepolisian Sektor Wirobrajan dan Satreskrim Polresta Yogyakarta pada 9 Februari lalu.

Saat gelar perkara dilakukan di halaman Polresta Yogyakarta, pelaku terlihat tertunduk lesu dan menyesali perbuatannya tersebut.

Baca juga: Ini Pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X Kepada Bupati dan Wakil Bupati Terpilih di DI Yogyakarta

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Rico Sanjaya mejelaskan, pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2021 Sekira pukul 17. 30 WIB, korban sedang berada di kamar mandi, sementara satu handphone merk korban jenis Apple seri IPHONE 8 Plus warna abu-abu (grey) dan satu (satu) buah handphone merk Samsung seri Galaxy S7 Edge warna emas (gold) diletakkan di atas kasur yang berada di dalam kamar korban.

"Begitu mengetahui korban atas nama Febry Perdana Putra sedang di dalam kamar mandi, pelaku masuk ke kamar dan mengambil dua handphone tersebut," katanya, Jumat (26/2/2021)

Rico menambahkan, kronologi pengungkapan kasus tersebut bermula ketika tim Opsnal Polresta Yogyakarta melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian tersebut.

Puncaknya, pada 9 Februari kemarin, pelaku berhasil diamankan petugas kepolisian saat sedang beraktivitas sebagai juru parkir di sekitar Jalan Margo Utomo, Jetis, Yogyakarta.

Dari kejadian tersebut, Rico menjelaskan kerugian korban mencapai sekitar Rp 7,5 juta.

"Modusnya ini pelaku tidak punya uang untuk membeli vapor. Dari uang penjualan tersebut totalnya Rp 700 ribu. Yang Rp 400 ribu untuk membeli vapor, sisanya untuk kebutuhannya. Pelaku ini bekerja sebagai tukang parkir," jelas Rico.

Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Wakil Bupati Klaten, Begini Komentar Yoga Hardaya

Atas tindakannya itu, pelaku melanggar Pasal 362 KUHP dan diancam dengan kurungan pidana maksimal 5 tahun.

"Pasal yang disangkakan 363 KUHP, ancamannya maksimal 5 tahun penjara," tegas Rico.

Dalam jumpa pers tersebut, Rico berpesan situasi saat ini masih pandemi, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati menjaga barang berharga.

"Teman-teman yang punya usaha hp supaya hati-hati dan jangan sampai ikut terlibat aksi-aksi pencurian sebagai penadahnya," tandasnya. (hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved