Breaking News:

Internasional

Militer AS Bombardir Fasilitas Milisi di Suriah Pakai Bom Presisi

Militer Amerika Serikat melakukan serangan udara menggunakan bom presisi dengan sasaran fasilitas milisi di Suriah pada Kamis malam

Militer AS Bombardir Fasilitas Milisi di Suriah Pakai Bom Presisi
Thinkstock
Ilustrasi Serangan Udara oleh Jet Tempur.

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan serangan udara ke fasilitas milisi di Suriah Timur pada Kamis (25/2/2021) malam.

Dalam serangan tersebut, militer AS setidaknya memborbardir fasilitas milisi dengan menggunakan tujuh bom presisi.

Bom presisi memiliki berat masing-masing 500 pon.

Melansir Politico pada Kamis (25/2/2021), juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa Joe Biden memilih opsi penyerangan tingkat menengah dari sejumlah opsi yang diajukan oleh militer AS dengan perkiraan korban minimum.

Pejabat senior pertahanan itu mengatakan bahwa jet tempur AS meluncurkan 7 bom presisi dengan masa 500 pon ke 7 target, dalam operasi serangan udara tersebut, seperti yang dikutip dari Politico.

Sejauh ini Pentagon belum merilis detail senjata dan biaya yang dipakai dalam operasi, yang merupakan balasan atas serangan roket Irak terhadap militer AS di Bandara Internasional Erbil di wilayah yang dikelola Kurdi pada 15 Februari.

Baca juga: Mengharukan, Kisah Sagiyem Warga Bantul, Terpisah 35 Tahun dengan Anak yang Diadopsi Warga Belanda

Namun sebagai gambaran, bom presisi 500 pon itu masuk dalam kategori bom seri Mark 82 (Mk 82) buatan AS.

Dengan berat 500 pon, bom Mark 82 itu memiliki panjang 2,2 meter dan diameter 273 milimeter.

Menurut data dari Air Force Munitions Aquisition Cost pada 2013 Mk 82 itu seharga 2.082 dollar AS (Rp 29,7 juta).

Jika diakumulasi dengan 7 bom yang dilontarkan, maka operasi serangan militer AS itu bisa senilai Rp 207,9 juta.

Halaman
12
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved