Breaking News:

Bisnis

BI DIY Berharap Kepala Daerah Baru Bisa Berkontribusi dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi

BI mengimbau agar kepala daerah yang baru bisa mereaktivasi kegiatan ekonomi yang produktif termasuk pariwisata.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman Tisnawan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelantikan kepala daerah di tiga kabupaten di  DI Yogyakarta yakni Sleman, Bantul, dan Gunungkidul resmi dilantik hari ini, Jumat (26/02/2021).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman Tisnawan mengatakan, dengan dilantiknya kepala daerah yang baru diharapkan mampu untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi.

"Mungkin yang bisa dilakukan dengan cara  melihat necessary condition (kondisi yang perlu perhatian) terutama dengan mengatasi pandemi dengan penyuntikan vaksin. Karena, vaksin ini sangat penting sekali untuk penyelesainnya," jelasnya kepada awak wartawan pada Jumat (26/02/2021).

Baca juga: BI DIY Kampanyekan Transaksi Digital Melalui QRIS GUMATON Bersama Paguyuban Andong Yogyakarta

Setelah itu, ia pun mengimbau, agar kepala daerah yang baru bisa mereaktivasi kegiatan ekonomi yang produktif termasuk pariwisata.

Dalam hal ini, menciptakan iklim wisata yang aman dan nyaman.

"Jadi intinya, permasalahan COVID-19 harus tertangani terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mengaktifkan kembali sektor-sektor produktif yang dapat memicu percepatan pergerakan ekonomi," terangnya.

Kepala daerah yang terpilih, menurutnya juga harus dengan segera melakukan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena, belanja pemerintah daerah memiliki dampak yang besar dalam perputaran ekonomi.

Baca juga: Perluas Literasi Keuangan, BI DIY Gandeng Komunitas GenBI

"Kalau bisa APBD harus segera direalisasikan. Bahkan, jika memungkinkan kegiatan-kegiatan yang berada pada Desember 2021 nanti. Bisa dimajukan untuk waktu yang dekat ini, karena ini penting sekali untuk menjaga momentum," ujarnya.

Sedangkan dari sisi teknologi, para kepala daerah baru diminta agar masif untuk melakukan digitalisasi pada aspek-aspek pelayanan.

Karena, akibat pandemi memaksa untuk melakukan pergeseran pelayanan ke arah digital.

"Digital di sini bukan hanya QRIS saja. Tapi, bisa berbagai macam kebutuhan yang mendukung efisiensi daei aktivitas masyarakat. Sehingga, perlu sekali untuk digalakkan," tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved