Breaking News:

Jawa

Polres Klaten Gandeng Ponpes Al Manshurin sebagai Ponpes Siaga Candi

Pondok Pesantren Siaga merupakan program Polri untuk mendorong penerapan protokol kesehatan terkait COVID-19 di lingkungan pondok pesantren.

Dokumentasi Humas Polres Klaten
Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu saat menghadiri peresmian Pondok Pesantren Al Manshurin sebagai Ponpes Siaga Candi, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pondok Pesantren Al Manshurin, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten resmi menyandang status Pondok Pesantren Siaga Candi.

Peresmian ponpes yang terletak di Dukuh Sribit, Desa Pandeyan Kecamatan Jatinom dilakukan oleh Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu, Kamis (25/2/2021).

Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Siaga merupakan program Polri untuk mendorong penerapan protokol kesehatan terkait COVID-19 di lingkungan pondok pesantren.

Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wabup Digelar Virtual, Warga Bisa Nonton via Akun YouTube Diskominfo Klaten

Hal tersebut sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 03 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan juga Surat Edaran Bupati Klaten nomor 443.5/034/2021 yang isinya antara lain penerapan protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas warga masyarakat di berbagai sektor, satu di antaranya adalah lingkungan pendidikan.

"Peresmian Pondok Pesantren Siaga ini mendasari apa yang menjadi komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19," ujar Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu.

Kapolres menambahkan, bahwa Pondok Pesantren Al Manshurin diresmikan sebagai Pondok Pesantren Siaga karena dinilai sudah tangguh dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Selain itu, kriterianya antara lain adalah penerapan protokol kesehatan yang baik sehingga tidak ada santri yang positif covid-19.

Baca juga: Dilantik Sebagai Bupati Klaten Secara Virtual Besok, Sri Mulyani : Ini Bagian dari Sejarah

"Di dalam Pondok Pesantren ini penerapan protokol kesehatannya dilakukan secara ketat. Seperti yang bisa kita lihat setiap ada yang datang dari luar daerah ini dilakukan isolasi selama 14 hari," Jelas Kapolres.

Menurut Kapolres, program Pondok Pesantren Siaga Candi akan terus dilanjutkan dan diterapkan di semua pondok pesantren di wilayah Kabupaten Klaten.

"Tak menutup kemungkinan program Siaga Candi ini akan diterapkan juga di lingkungan lain seperti Terminal Siaga Candi, Pasar Siaga Candi dan lainnya untuk bisa menekan penyebaran COVID-19," imbuhnya

Sementara itu, pada kespatan itu, Kapolres dan rombongan juga sempat mengecek sarana penanggulangan COVID-19 diantaranya ruang posko, ruang besuk tamu, dapur siaga, pos kesehatan pesantren, ruang isolasi dan ruang UMKM. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved