Breaking News:

Kabupaten Sleman

Pemkab Sleman Butuh 30.000 Kit Antigen untuk Tracing Kasus COVID-19

Dinkes Sleman belum bisa menggencarkan tracing COVID-19 secara maksimal karena ketersediaan kit antigen yang digunakan untuk testing masih terbatas.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo  

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman belum bisa menggencarkan tracing COVID-19 secara maksimal.

Sebab, ketersediaan kit antigen yang digunakan untuk testing masih terbatas.

Akibatnya, sementara ini tracing hanya menyasar kepada kontak erat yang bergejala.

Belum bisa menjangkau kontak erat tanpa gejala. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan, pihkanya saat ini hanya memiliki sekitar 5.000 kit antigen bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Baca juga: Khawatir Isolasi Mandiri Picu Klaster Keluarga, Kalurahan Tamanmartani Sleman Buka Selter Covid-19

Rencana pengadaan sekitar 10.000 Kit Antigen menggunakan APBD masih dalam proses.

Sedangkan, bantuan Kit antigen dari Pemerintah Pusat diakuinya hingga kini belum sampai ke daerah. 

"Sampai sekarang (bantuan) Kit antigen (dari pusat) belum sampai ke Sleman. Jadi bagaimana mau menggencarkan, barangnya belum ada," kata dia, Rabu (24/2/2021).

Apabila mengandalkan kit antigen yang tersedia saat ini untuk melakukan tracing semua kasus COVID-19, menurut Joko, dipastikan tidak akan cukup.

Karenanya, kebijakan untuk memperluas sasaran tracing yang menyasar kepada semua kontak erat--baik yang bergejala maupun tidak--belum bisa dijalankan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved