Breaking News:

Yogyakarta

Pelaku Pariwisata di DI Yogyakarta Mulai Mendaftar Sebagai Penerima Vaksin

Pendaftaran vaksin sudah dilakukan sesuai petunjuk yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerima vaksin dari pelaku pariwisata di wilayah Yogyakarta mulai melakukan pendaftaran secara daring melalui formulir yang telah disiapkan oleh Dinas Pariwista (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, pendaftaran vaksin sudah dilakukan sesuai petunjuk yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

"Ya,pendaftaran tengah berlangsung, di mana registrasi dilakukan secara online lengkap dengan petunjuknya. Vaksinasi berlaku untuk semua owner (pemilik) hingga karyawan yang bekerja di sektor wisata,. Untuk jumlah pasti yang sudah mendaftar kami kurang mengetahuinya karena dikelola Pemda DIY," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (24/02/2021).

Baca juga: Pelaku Pariwisata Akan Mendapatkan Vaksin, Dinas Pariwisata DIY Masih Lakukan Pendataan

Dengan adanya vaksinasi, pihaknya berharap akan mendatangkan kembali wisatawan.

Sementara itu, penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap menjadi perhatian utama ketika berwisata.

"Tetap prokes harus dilaksanakan meskipun vaksin sudah dilakukan. Maka dari itu kami terus mengimbau kepada industri wisata maupun wisatawan untuk berwisata sehat berbasis protokoler kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, wakil sekretaris ASIT DIY, Amelia Destari menuturkan, dengan adanya vaksin akan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat untuk berwisata.

Baca juga: Dinpar DIY Optimis Geliat Wisata di Yogyakarta Bangkit Setelah Program Vaksinasi Covid-19 Berjalan

"Kami rasa hal ini sangat baik terutama untuk jasa perjalanan yang memiliki mobilitas dan intesitas tinggi untuk berjumpa dengan orang lain. Harapan kami industri wisata di wilayah Yogyakarta akan terus membaik seiring adanya vaksin ini," terangnya.

Selain itu, ia pun menyarankan kepada Pemda DIY agar industri jasa perjalanan difasilitasi alat kesehatan pendeteksi kesehatan yakni GeNose C19.

Karena dirasa memilki banyak kelebihan dibandingkan dengan alat pendeteksi lainnya.

"Sebagai jasa perjalanan, kami sanvat membutuhkan alat seperti GeNose C19. Selain menghemat waktu untuk mendapatkan hasi tes, alat ini juga lebih terjangkau. Sehingga sangat membantu bagi penyedia jasa perjalanan maupun wisatawan," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved