Masih Ada Pedagang Pasar Tradisional di Sleman yang Takut Disuntik Vaksin Covid-19

Proses pendaftaran program vaksinasi coronavirus disease-2019 (Covid-19) tahap kedua, yang akan menyasar kepada para pedagang pasar

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Proses pendaftaran program vaksinasi coronavirus disease-2019 (Covid-19) tahap kedua, yang akan menyasar kepada para pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sleman masih menemui sejumlah kendala.

Di antaranya, masih ditemukan ada pedagang pasar yang enggan divaksin. 

"Ada (pedagang belum mau divaksin). Karena takut jarum dan takut efeknya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Dra Mae Rusmi dihubungi, Rabu (24/2/2021). 

Jumlah pedagang pasar di Bumi Sembada totalnya ada 14.576 pedagang, dan tersebar di 42 pasar tradisional yang dikelola oleh dinas.

Baca juga: Daftar Harga Mobil Baru Mulai Maret 2021 Setelah PPnBM, Ada Toyota, Honda hingga Mitsubishi

Dari jumlah tersebut, Mae mengatakan, pihaknya telah mengusulkan sebanyak 10.214 pedagang agar dapat menerima suntikan vaksin tahap kedua. 

Menurutnya, memang tidak semua pedagang pasar diusulkan menerima vaksin.

Sebab, ada sebagian pedagang yang statusnya adalah pedagang tidak tetap (mobile) dan membuka lapak dagangan di-tlasaran pasar.

Ada juga pedagang yang belum ketemu NIK- nya. Mereka, tidak diusulkan menerima vaksin. 

Yang diusulkan menerima vaksin hanya sejumlah 10.214 pedagang.

Hingga kini, Mae mengaku belum mengetahui berapa pastinya jumlah pedagang di Kabupaten Sleman yang akhirnya terdaftar untuk program vaksinasi. 

"10.214 pedagang itu yang kami usulkan. Tapi, belum ada informasi yang kembali ke kami, berapa pedagang yang kedaftar," terangnya. 

Tetapi yang pasti, kata dia, saat ini proses pengisian pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi google form terus berjalan.

Pedagang yang sudah berhasil mengisi form untuk vaksin, menurutnya ada 2.700-an pedagang

"Masih terus berlanjut untuk didaftarkan," ujar dia.  

Sekretaris Dinas Perdagangan Sleman, Haris Martapa menyebutkan, proses pengisian pendaftaran vaksin untuk pedagang pasar melalui aplikasi google form dibantu oleh Satgas Covid-19 masing-masing pasar.

Ia mengatakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam proses pendaftaran.

Antara lain, masih ditemukan ada pedagang yang takut untuk di vaksin, sehingga perlu mendapat edukasi dari pihak berwenang. 

"Banyak (pedagang) tidak memiliki HP android. Banyak (juga) tidak membawa KTP," terangnya. 

Meskipun ada sejumlah kendala dalam proses pendaftaran vaksin, pihaknya optimis, seluruh pedagang pasar di 42 pasar tradisional yang sudah diusulkan, nantinya dapat terdaftar sebagai penerima vaksin.

Pendataan termin kedua, Haris mengaku sedang dikomunikasikan dengan jajarannya yang berada di lapangan. 

Pihaknya berharap, pendataan vaksin untuk pedagang dapat selesai pada akhir pekan ini.

"Ditarget sampai Jumat (26/2/2021) selesai," harapnya. 

Baca juga: Jadi Venue Piala Menpora 2021, UPT Stadion Maguwoharjo Mengaku Belum Dihubungi PSSI

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, vaksinasi tahap kedua akan menyasar kepada seluruh pekerja pelayan publik.

Total yang akan divaksin diperluas. Jumlahnya, menurut dia, mencapai 100.000 penerima.

Termasuk di dalamnya, ada petugas pariwisata, hotel, restoran, awak media, hingga pedagang pasar.

Pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan dalam beberapa termin. 

"Vaksinasi tahap kedua, untuk termin pertama (sasarannya) 20.200an dulu. Itu yang sudah masuk data Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kemenkes," ujar Joko.

Saat ini pendaftaran untuk termin kedua, sedang berlangsung. Pendaftaran tersebut akan ditutup pada tanggal 28 Februari 2021. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved