Breaking News:

Jawa

48 Ribu Petugas Pelayan Publik di Klaten Masuk Jatah Vaksin COVID-19

Proses vaksinasi kepada sektor pelayanan publik itu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kedatangan vaksin tersebut di Klaten.

Dokumentasi Diskominfo Klaten
Seorang vaksinator saat menyiapkan vaksin COVID-19 untuk disuntikan kepada forkopimda Klaten pada program vaksinasi COVID-19 di daerah itu akhir Januari lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 48.000 pelayan publik yang terdiri dari berbagai unsur seperti tenaga kesehatan (nakes), polisi, TNI, ASN, guru, dan lainnya yang ada di Klaten masuk dalam daftar yang bakal menerima vaksinasi COVID-19 di daerah itu.

Hanya saja, proses vaksinasi kepada sektor pelayanan publik itu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kedatangan vaksin tersebut di Kabupaten Bersinar.

"Untuk pelayanan publik di Klaten ini dijatah 48 ribu jadi masih kurang 38 ribu karena vaksin tahap kedua yang datang baru 10 ribu dosis," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: PPKM Berbasis Mikro di Klaten Akan Diperpanjang Sampai 8 Maret 2021

Ia mengatakan, kedatangan 10.000 dosis vaksin COVID-19 di Klaten pada program vaksinasi tahap kedua termin pertama itu bakal dilakukan untuk menyelesaikan vaksin sejumlah nakes yang sempat tertunda pada program vaksinasi tahap pertama.

"Nanti kalau sudah akan dilakukan untuk polri dan TNI terus berlanjut ke pelayan publik lainnya," ucap dia.

Selain itu, kata Ronny, untuk vaksinasi COVID-19 bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang pasar yang ada di Klaten saat ini masih dalam proses pendataan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten.

"Itu di data semua, masih di data, nanti Disdagkop yang melakukan. Kapan pelaksanaan kita juga masih menunggu ketersediaan vaksinnya," jelasnya.

Baca juga: Sebanyak 10.000 Dosis Vaksin Tiba, Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Klaten Segera Dimulai

Menurut Ronny, saat ini Pemkab Klaten juga menyiapkan tempat perawatan bagi pelayan publik atau masyarakat yang nantinya mengalami efek samping setelah menerima vaksin.

"Tempatnya bisa melalui masing-masing puskesmas. Tempat atau fasilitasnya itu kita siapkan," katanya.

Disinggung terkait apakah ada keluhan atau efek samping dari para nakes yang telah menerima vaksin, Ronny mengatakan jika sejauh ini belum ada laporan.

"Keluhannya ya biasa lah, masih normal misal ngantuk, sakit di bagian bekas suntik. Kalau diare pun juga nggak ada laporannya. Kalau sampai kejang-kejang itu baru serius," imbuhnya. ( Tribunjogja.com

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved