Breaking News:

Tanggapan Penewu Kalasan Soal Klaster Karyawan

pihaknya belum mengetahui secara detail, adanya klaster karyawan seperti yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan.

Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penewu Kalasan, Siti Anggraini mengungkapkan, wilayah Kecamatan Kalasan memang banyak terdapat pabrik dan indekos yang dihuni oleh karyawan perusahaan maupun mahasiswa.

Namun, pihaknya belum mengetahui secara detail, adanya klaster karyawan seperti yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan.

Karenanya, dalam waktu dekat, Ia mengaku akan segera menindaklanjuti informasi tersebut, dengan menjalin koordinasi bersama dokter Puskemas hingga satgas covid-19 tingkat Kalurahan.

"Besok kami akan segera tindaklanjuti," tutur Siti.

Menurutnya, satgas Kapanewon Kalasan, selama ini sudah berusaha maksimal dalam upaya penanganan Covid-19.

Mulai dari melakukan edukasi kepada masyarakat maupun langkah penanggulangan pandemi corona sesuai Instruksi dari Bupati Sleman tentang Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun, kata dia, upaya maksimal penanggulangan covid-19 yang dilakukan jajarannya tidak ada artinya apabila masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan.

"Penangan pandemi ini butuh peran aktif masyarakat. Bagaimana Protokol Kesehatan ditegakkan. Tapi ekonomi jua bisa tetap jalan," tuturnya.

Selama ini, pihaknya mengaku tidak henti, mendatangi warung - warung makan, resto, tempat usaha hingga perusahaan, untuk memberikan edukasi dan mengingatkan kembali pentingnya Prokes.

Hal itu dilakukan, demi mengendalikan laju penularan covid-19 diwilayah Kalasan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved