Breaking News:

Sampah Berserakan di Sekitaran Tugu Pal Putih, UPT Cagar Budaya: Segera Kita Follow Up

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, pihaknya akan mendalami lokasi sampah yang berserakan itu.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta yang baru saja dipercantik mendadak ternodai sampah yang berserakan di sekitar persimpangan. Namun, Pemkot Yogyakarta telah memastikan, bakal menindaklanjuti hal tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, pihaknya akan mendalami lokasi sampah yang berserakan itu.

Sebab, jika fenomena ini terjadi di kawasan sumbu filosofis, maka mutlak tanggungjawabnya.

"Wewenang kami dari Tugu ke selatan. Kalau yang ke utara, itu ranahnya DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Segera kita follow up, kita komunikasikan," ujarnya, Selasa (23/2/21).

Ia berujar, UPT Cagar Budaya kini menerapkan punishment terhadap petugas kebersihan yang lalai dengan wilayahnya.

Bahkan, seandainya kesalahan berulang sampai tiga kali, pihaknya tidak segan-segan mendepak personel.

"Kalau sepanjang sumbu filosofis, kalau sampai terjadi tiga kali, langsung kami berhentikan petugasnya. Sekarang kan sudah kita tata, wilayah kamu dari sana sampai sini, kamu sini sampai sana, dibagi begitu," terang Ekwanto.

"Kalau tidak care dan tidak sanggup dengan hal-hal yang seperti itu, ya mending kita ganti orang lain. Insyaallah, di sumbu filosofis tidak ada seperti itu," tambahnya.

Menurutnya, fenomena sampah berserakan sempat marak terjadi beberapa waktu lalu, saat petugas kebersihan masih jadi tanggung jawab pihak ke tiga. Karena itu, pihaknya kini memilih untuk merekrut tenaga harian lepas (THL).

Harapannya, 46 personel kebersihan yang ia kerahkan di sepanjang sumbu filosofis, mulai dari Tugu Pal Putih hingga Alun-alun utara, bisa mengantisipasi.

Sehingga, citra Kota Yogyakarta sebagai kota pariwisata tak tercoreng.

"Kemarin dari pihak ke tiga sering kejadian seperti itu, lalu diviralkan. Saya merasa, wah kok ke-bully terus. Makanya, sekarang kontrak perorangan, sehingga saya tahu betul, wilayahnya siapa saja itu sek ora apik," tandasnya.

Tetapi, untuk fungsi pengawasan, pihaknya berharap agar masyarakat yang menjumpai fenomena sampah berserakan di sumbu filosofis dapat melaporkannya ke UPT Cagar Budaya. Dengan begitu, ia pun bisa segera ambil tindakan.

"Karena memang terkadang masih banyak yang curi-curi, entah itu dari toko, atau masyarakat. Ada sampah ya, tapi dia buangnya di Malioboto, masih ada begitu. Kami terima kasih sekali jika ada yang melapor " pungkasnya. (aka/ Tribun Jogja )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved