Breaking News:

Produksi Sampah di Klaten Selama Pandemi Covid-19 Capai 300 Ton Per Hari

Produksi sampah pasar, restoran, rumah tangga, pabrik dan sebagainya di Kabupaten Klaten mencapai sekitar 300 ton per hari.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala DLHK Klaten, Srihadi saat ditemui di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Produksi sampah pasar, restoran, rumah tangga, pabrik dan sebagainya di Kabupaten Klaten mencapai sekitar 300 ton per hari.

Jumlah itu dilaporkan meningkat selama masa pandemi Covid-19 yang melanda Klaten sejak Maret 2020 lalu.

"Kalau di Klaten itu (produksi sampah) hampir sekitar 300 ton per hari," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten, Srihadi saat ditemui di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Pemkot Magelang Minta PPKM Mikro Dijalankan Secara Maksimal

Ia mengatakan, dari jumlah sekitar 300 ton sampah itu, sekitar 200 ton masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Setiap hari hampir 200 ton ya. Itu sampah yang masuk (ke TPA) berasal dari wilayah Klaten kota, seperti pasar," ucapnya.

Menurut Srihadi, sebaran sampah yang tertangani oleh pihak terkait di Klaten baru berasal dari sampah-sampah yang tersebar di 20 kecamatan yang ada.

"Sementara untuk enam kecamatan lagi belum, penangannya ada di tingkat masyarakat karena lokasi juga berada di daerah atas, seperti wilayah Kemalang. Masyarakat kan juga punya tempat pembuangan sampah yang ditanam (dikubur)," jelasnya.

Disisi lain, Srihadi mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakan pilah sampah dari rumah agar bisa membedakan mana sampah yang bisa di daur ulang hingga yang tidak.

"Pilah sampah dari rumah kita harapkan menjadi gerakan kita semua. Kita juga harap semua elemen masyarakat bisa mengurangi sampah dan tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya.

Ia mengatakan jika untuk mengurangi produksi sampah di Klaten, pihaknya telah melakukan sejumlah program.

Mulai dari membuat 18 tempat pengelolaan sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), Bank Sampah, Sekolah Adiwiyata hingga membina sejumlah peternak maggot.

Baca juga: PPKM di DI Yogyakarta Diperpanjang Hingga 8 Maret 2021

Disinggung terkait peningkatan jumlah produksi sampah selama pandemi Covid-19, diakui Srihadi memang terdapat peningkatan, terutama sampak infeksius.

Hanya saja, Srihadi tidak merinci berapa ton jumlah peningkatan itu.

"Jumlah produksi sampah terjadi peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan," tandasnya. (Mur)
 

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved