Breaking News:

Kota Magelang

Kumpulkan Pelaku UMKM hingga PKL, Pemkot Magelang Minta Masukan Soal Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Kumpulkan Pelaku UMKM hingga PKL, Pemkot Magelang Minta Masukan Soal Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Suasana Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), hingga koperasi, dan lainnya mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Senin (22/2/2021).

Mereka memberikan saran dan masukan dari sektor ekonomi kerakyatan yang akan menjadi salah satu pertimbangan dalam perumusan kebijakan kepala daerah ke depan.

Kepala Bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Magelang, Iwan Triteny Setyadi mengatakan, FGD RKPD 2022 ini paralel dengan pembahasan RPJMD 2021-2022 yang masih berjalan.

FGD dilakukan dengan tema yang bervariasi, termasuk kali ini tentang pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Tujuan FGD ini untuk mendapat masukan dan saran dari pelakunya langsung, yakni UMKM, PKL, dan Koperasi. Kita ingin mengetahui kondisi dan masalah di masyarakat, termasuk terkait akibat dari pandemi Covid-19. Begitu pula keinginan mereka seperti apa,” kata Iwan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak lepas dari kekuatan ekonomi kerakyatan.

Terlebih, Kota Magelang sebagai Kota Jasa yang tulang punggungnya adalah pelayanan baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

Baca juga: Pemkot Magelang Minta PPKM Mikro Dijalankan Secara Maksimal

Baca juga: Hujan Disertai Angin Kencang Hancurkan Tenda Resepsi Pernikahan di Magelang

Melalui forum ini, pihaknya mendapat banyak saran, masukan, dan keluhan dari para pelaku ekonomi kerakyatan.

Salah satunya yang masih menjadi kendala utama adalah pemasaran produk mereka yang perlu diperluas lagi.

“Salah satu solusinya memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Banyak sekarang pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi, seperti lewat media sosial, masuk ke marketplace, dan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved