Breaking News:

David Singleton Beri Mini Workshop Kepada Pelatih Bima Perkasa Academy

Kepala pelatih Bima Perkasa, David Singleton, memberi mini workshop kepada tujuh pelatih Bima Perkasa Academy di lapangan basket Planet

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
David Singleton 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala pelatih Bima Perkasa, David Singleton, memberi mini workshop kepada tujuh pelatih Bima Perkasa Academy di lapangan basket Planet Sabtu (20/2/2021) sore.

Ditemani Fika Nurazam Wirastuti selaku manajer Bima Perkasa Academy, David memfokuskan materi defense yang beririsan dengan banyak strategi basket modern pada pelatih Bima Perkasa Academy.

Baca juga: Kontingen Catur DIY Siapkan Opsi Try Out untuk Hadapi PON XX Papua 2021

“Kegiatan sama coach Dave ini untuk upgrading kualitas pelatih. Supaya mereka punya pengalaman langsung dengan pelatih Bima Perkasa. Apalagi coach Dave pelatih yang mengutamakan defense. Banyak hal baru yang diberikan, termasuk pengalamannya melatih defense di banyak klub,” kata Fika usai mini workshop.

Materi yang diberikan antara lain pondasi dasar defense ketika menjaga pemain lawan dalam kondisi satu lawan satu, taktik bertahan dalam ragam game plan kekinian, dan ketangkasan membaca alur bola sekaligus gerak lawan.

Misalnya saja bagaimana pola 1-3-1 full court defense seharusnya berjalan sekaligus cara mengatasinya.

“Defense harus efektif. Kita harus tahu kapan momen yang tepat untuk mengangkat tangan, screening, atau memancing lawan memberi umpan ke area yang kita inginkan,” seru David ke para pelatih.

Usai materi, pelatih yang menjadi aktor meningkatnya kualitas defense Indra Muhammad sehingga diganjar penghargaan pemain bertahan terbaik di liga itu membuka sesi diskusi dengan para pelatih.

Baca juga: UPDATE Peta Epidemiologi Covid-19: Mayoritas Kapanewon di Sleman Berstatus Zona Kuning dan Oranye

Pertanyaan mengalir deras, di antaranya tentang pola pertahanan klub-klub basket di Amerika yang terus mengalami perubahan.

David menjelaskan bahwa saat ini game plan di sana lebih banyak memanfaatkan ruang dan kecepatan meski kontak fisik antar-bigman masih kerap terjadi.

“Seperti yang kita tahu, basket berkembang begitu pula dengan game plan. Pelatih Bima Perkasa Academy harus adaptif agar update dalam memberi materi untuk para murid di sana (akademi) ,” tutup David. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved