Breaking News:

Bisnis

Dilanda Pandemi, Jumlah Kunjungan Manohara Borobudur Turun

Minimnya kunjungan wisatawan ke situs Candi Borobudur juga berdampak pada tingkat reservasi dan kedatangan pengunjung di Manohara Borobudur.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Jamaludin Mawardi, GM Unit Manohara PT TWC memberikan keterangan kepada wartawan. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Minimnya kunjungan wisatawan ke situs Candi Borobudur juga berdampak pada tingkat reservasi dan kedatangan pengunjung di Manohara Borobudur.

Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro disebut-sebut memengaruhi sepinya reservasi itu.

"Kalau dulu sebelum pandemi ya bisa 10-20 pax setiap hari. Kalau sekarang seminggu itu ya cuman dua reservasi kadang tujuh pax kadang dua," kata Jamaludin Mawardi, GM Unit Manohara PT TWC, Minggu (21/2/2021).

Dia menyebut, para pelancong yang berkunjung itu rata-rata masih dari wisatawan lokal.

Baca juga: Dagi Abhinaya Picnic Breakfast, Sensasi Menikmati Sarapan Pagi di Atas Perbukitan Borobudur

Mereka biasanya berasal dari wilayah Jawa Tengah maupun sekitar Yogyakarta.

Pada masa liburan Imlek pekan lalu pun, lokasi itu tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan.

Reservasi hanya berjumlah tiga pax saja meski masa libur cukup panjang di masa itu.

"Saya kira sekalipun kami promosi dengan gencar, mobilitas masyarakat juga masih dibatasi. Tapi kami yakin, setelah kondisi mulai membaik pelaku pariwisata tinggal menunggu saja," imbuhnya.

Pandemi COVID-19 juga memaksa wisatawan untuk membatalkan reservasi mereka.

Namun, jumlah itu tidak terlalu banyak.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved