Breaking News:

Konsep Liburan Staycation Jadi Pilihan Masyarakat Yogyakarta Saat Libur Panjang

Staycation menjadi salah satu cara masyarakat Yogyakarta menghilangkan kepenatan setelah sibuk bekerja.

TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Vue Bar Rooftop di Satoria Hotel 

Yuniar mengungkapkan, setiap hari, Satoria Hotel bisa terisi 30-40 kamar dari 143 kamar yang ada.

Bisa dibilang, hotel bintang empat itu terimbas pandemi Covid-19 dan pembatasan mobilitas masyarakat.

Namun, Imlek menjadi berkah untuk hotel tersebut. Sebab, tiba-tiba ada cukup banyak orang Jateng dan DI Yogyakarta yang check in ke hotel.

“Untuk masyarakat Yogyakarta memang banyak yang tidak membawa surat keterangan rapid test, tapi dari kami selalu ada form untuk mendeklarasikan tamu sehat,” ucap Yuniar.

Sementara, setiap tamu dari luar kota biasanya akan langsung membawa surat rapid test.

Hal ini lantaran di perbatasan DIY-Jateng ada pemeriksaan kendaraan yang ingin keluar masuk area tersebut.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi : Kubah Lava di Tengah Kawah Lebih Besar dan Mengarah ke Barat

“Pas Imlek, syukur bisa ada 100 kamar penuh. Kami memang promosi di harga kurang dari Rp 400 ribu sudah termasuk makan pagi,” tandasnya.

Salah satu warga Yogyakarta yang pernah melakukan staycation, Icha Putri (31) mengatakan, itu adalah konsep liburan praktis.

Ia tidak perlu pergi ke luar kota untuk liburan. Apalagi, warga Sleman itu cukup ketat untuk pergi ke daerah lain.

“Pas libur Imlek kemarin mau keluar Yogya kan susah tapi butuh liburan. Jadi ya cari hotel saja dekat-dekat sini. Lumayan, hemat tapi bisa istirahat enak,” tukasnya. (ard)

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved