Breaking News:

HIMKI DIY Ajak Kerja Sama Pengusaha Kecil untuk Meningkatkan Laju Ekspor

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak para pelaku usaha kecil di bidang furnitur

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Yogyakarta, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak para pelaku usaha kecil di bidang furnitur untuk bekerja sama meningkatkan pertumbuhan ekspor di DI Yogyakarta.

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), M Faisol menuturkan, banyak pengusaha kecil yang produknya layak ekspor namun belum bisa masuk ke pasar luar negeri.

"Peraturan ekspor sendiri kan bukan hal yang mudah. Produsen harus mampu memenuhi permintaan buyer, terkadang yang menjadi kendala usaha kecil terutama terkait produksi. Padahal dari segi kualitas produk sudah baik, maka dari itu kami ingin membuka peluang itu," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Jumat (20/02/2021).

Baca juga: UAJY Beri Pembekalan Mahasiswa Semester Akhir Tentang Strategi Melamar Pekerjaan

Ia menambahkan, dengan adanya kerja sama akan membuat produk furnitur dan kerajinan tangan dari Yogyakarta bisa lebih luas merambah pasar luar negeri.

Lalu, adanya kolaborasi akan memberikan pengalaman bagi pengusaha kecil untuk mengetahui minat ekspor.

"Selain dari sisi penjualan, dengan adanya kerja sama akan membuat para pengusaha kecil paham apa yang harus diperhatikan agar produk yang dihasilkan bisa disukai pasar ekspor," tuturnya.

Tentunya dari kerja sama ini, diharapkan dapat mendongrak permintaan ekspor di DI Yogyakarta.

Di mana, meskipun pandemi pada kuartal keempat 2020 ekspor funitur dan kerajinan tangan DI Yogyakarta mulai meningkat. 

Baca juga: Bklab Record Rilis Music Video untuk Single I Dont Know

Berdasarkan data BPS DIY pada kondisi yang sama peningkatan terjadi sebanyak 4,4 persen atau 17,7 juta dolar Amerika serikat. Sedangkan, pada tahun 2019 hanya sebesar 15,5 juta dolar Amerika Serikat.

"Kami sangat terbuka dengan adanya kerja sama ini. Namun, kami tetap melakukan proses kurasi terhadap produk untuk memastikan produk yang akan di pasarkan benar-benar berkualitas," urainya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved