Breaking News:

Wakil Ketua DPRD DIY Sayangkan Adanya Dugaan Korupsi Proyek Renovasi Stadion Mandala Krida

Kalangan dewan sangat menyayangkan adanya dugaan korupsi pada proyek renovasi Mandala Krida tahun anggaran 2016-2017.

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan dewan sangat menyayangkan adanya dugaan korupsi pada proyek renovasi Mandala Krida tahun anggaran 2016-2017.

Keprihatinan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana.

Menurutnya, di tahun tersebut dewan memberikan dukungan anggaran terhadap proyek renovasi karena stadion Mandala Krida kala itu sangat membutuhkan perbaikan.

Baca juga: JCW Sarankan Sri Sultan Jaga Jarak Dengan Wakil Ketua KPK Untuk Hormati Proses Penyidikan

Selain itu, harapannya dengan adanya renovasi akan memuluskan jalan DI Yogyakarta untuk menjadi tuan rumah piala dunia U-21.

Apiknya kondisi Stadion Mandala kala itu sempat membuat DIY masuk ke dalam nominasi stadion untuk digunakan dalam Piala Dunia U-20 2021.

Saat Stadion Mandala Krida terus berbenah, pada pertengahan November 2020, KPK justru mengendus upaya korupsi proyek renovasi stadion yang berada di jantung Kota Yogyakarta tersebut.

"Kita yakini acara tersebut dapat mengangkat Yogyakarta ke acara dunia. Daripada kita promosi kita perbaiki saja jadi kita dukung dari sisi anggaran," terangnya kepada Tribun Jogja Jumat (19/2/2021).

Sebelumnya DPRD DIY juga telah mengingatkan kepada eksekutif untuk tidak bermain-main saat menggarap proyek tersebut. 

Baca juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Sentolo - Pengasih Kulon Progo

Pasalnya renovasi telah menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

"Kalau (korupsi) itu betul kami betul-betul kecewa. Kami sudah pesan tolong jangan main-mainkan ini kan proyek besar cari penyelenggara jasa yang bagus dan kualitas yang baik," paparnya.

Terkait proses hukum, Huda menyerahkan seluruhnya kepada KPK.

"Proses hukum mempersilahkan KPK sampai jelas siapa yang bersalah. Yang salah dihukum sesuai hukum yang berlaku. Ini jadi pembelajaran bagi Pemda DIY jangan main-main lagi," terangnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved