Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Antisipasi Potensi Bencana, BPBD Kulon Progo Terbitkan SK Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Peringatan dini ini menyusul prediksi dari BMKG terkait bahaya banjir yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo turut mempersiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam yang terjadi khususnya di kabupaten setempat. 

Peringatan dini ini menyusul prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait bahaya banjir yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Edi Wibowo mengatakan pihaknya saat ini telah menerbitkan surat keputusan (SK) siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku sejak 11-28 Februari 2021.

Baca juga: Sejak Awal 2021, BPBD Kulon Progo Evakuasi 4 Ular dan 126 Sarang Tawon 

Hal ini disebabkan sebagian besar wilayah di Kulon Progo rawan terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan pohon tumbang. 

Sebab berdasarkan catatan dari BPBD Kulon Progo, wilayah yang rawan terjadi bencana tanah longsor sering temui di Kapanewon Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Kokap dan sebagian Kapanewon Pengasih. 

Dikarenakan wilayah-wilayah tersebut notabene berada di dataran tinggi. 

Sementara peristiwa pohon tumbang banyak terjadi di Kapanewon Pengasih, Sentolo, Panjatan, Lendah, Galur, Wates dan Temon. 

Terlebih kejadian pohon tumbang yang terjadi akibat angin kencang pada Rabu (17/2/2021) kemarin terdapat di delapan kapanewon. 

Diantaranya Kapanewon Galur (18 titik), Panjatan (9 titik), Lendah (6 titik), Pengasih (5 titik), Wates (5 titik), Temon (3 titik), Nanggulan (1 titik) dan Sentolo (1 titik). 

Baca juga: Dampak Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Atap Rumah Warga di Kulon Progo

"Kalau untuk banjir di Kulon Progo biasanya sifatnya genangan yang memang setiap tahun sering terjadi. Tapi maksimal 3 jam sudah surut kembali," kata Edi, Kamis (18/2/2021).

Sedangkan dalam penanganannya, tim TRCBPBD Kulon Progo juga mengirimkan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana alam yang dilakukan bersamaan dengan assesment di lapangan. 

Adapun terkait anggaran yang disiapkan oleh BPBD Kulon Progo sebesar Rp 25 juta per tahun yang berasal dari Biaya Tak Terduga (BTT). 

Anggaran tersebut disiapkan manakala terjadi tanggap darurat di Kabupaten Kulon Progo

Oleh sebab itu, dari sejumlah rentetan bencana alam yang terjadi tersebut BPBD Kulon Progo mengimbau kepada masyarakat di kabupaten setempat untuk tetap waspada. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved