Superball

Said Mardjan, Eks PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman yang Ingin Bawa Ilmu Sepak Bola ke Tanah Kelahiran

Said Mardjan ingin menimba ilmu sepak bola untuk dibawa pulang ke kampung halamannya,  perbatasan Indonesia-Filipina itu.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Said Mardjan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menempuh jarak 2.104 kilometer dari, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ke Yogyakarta, Said Mardjan ingin menimba ilmu sepak bola untuk dibawa pulang ke kampung halamannya,  perbatasan Indonesia-Filipina itu.

Said adalah pemain bertahan yang pernah membesut dua tim besar DIY, yakni PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman.

Namun namanya mulai dikenal sejak ia membela Persiba Bantul U23 pada 2014 lalu saat mengarungi Divisi Utama. 

Perjalanannya untuk menjadi pemain profesional juga dimulainya sejak ia berkuliah di UNY jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) tahun 2012 silam.

Kini keinginan untuk membawa pengalamannya itu semakin kuat, tapi ia belum mau mengatakan kapan ia akan pensiun dan kembali ke tanah kelahirannya.

Baca juga: Lafran Pribadi, Legenda yang Bawa Pertama Kali PSS Sleman Naik Kasta

"Sampai sekarang saya sudah mengontak teman-teman yang ambil lisensi kepelatihan di sana, saya sudah pastikan ada keinginan untuk bagi ilmu sepak bola di Sangihe," kata pria yang juga pernah membela Persebaya Surabaya itu pada Tribunjogja.com, Rabu (17/2/2021).

Cita-citanya itu tidak lepas dari kecintaan Said kepada kampung halaman yang telah membesarkannya, ia juga melihat antusiasme yang tinggi terhadap sepak bola di sana.

"Di sana peminat dan penontonnya rame, bahkan kalau ada pertandingan sepak bola di lapangan, kampung jadi sepi, semua pada di lapangan," ujarnya.

Ada beberapa hal yang juga ia sayangkan dibalik antusiasme yang besar itu, ialah tidak adanya kompetisi berjenjang, dan kebanyakan hanya kompetisi tarkam biasa.

Said mengeluhkan jika Asosiasi Kabupaten PSSI di sana tidak proaktif untuk menggelar kompetisi dari usia dini, dan memproyeksikan pemain muda ke tahap selanjutnya, seperti masuk tim profesional atau Timnas.

Menariknya, Said tidak tertarik untuk melatih tim profesional kelak setelah dirinya pensiun, dedikasinya kepada sepak bola akan ia salurkan untuk membina anak-anak muda di Sangihe.

Harapannya besar untuk meregenerasi pemuda di sana agar menjadi pemain yang benar-benar di perhitungkan di Indonesia.

Baca juga: Perjalanan Karir Pelatih SSB Gama Susilo Harso, Berawal dari Pemain Profesional di PSIM Yogyakarta

Perjalanan di Yogyakarta

Niat utama Said datang ke Yogyakarta adalah bermain sepak bola, ia mengatakan pada dirinya jika permainannya ingin berkembang, maka ia harus merantau demi mendapat pengalaman yang lebih banyak lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved