Breaking News:

Kabupaten Klaten

SK Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Belum Keluar, Begini Respon Bupati Klaten

Pelantikan bupati dan wakil bupati Klaten terpilih Pilkada serentak 2020 masih menunggu surat keputusan (SK) dari Kemendagri Republik Indonesia

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat ditemui di perkantoran Pemkab Klaten, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pelantikan bupati dan wakil bupati Klaten terpilih Pilkada serentak 2020 masih menunggu surat keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia

Padahal, masa jabatan bupati dan wakil bupati Klaten periode 2015-2020 akan berakhir pada Rabu (17/2/2021) lusa.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu SK pelantikan dirinya dari Kemendagri.

"Kami masih menunggu surat keputusan (sk) Kemendagri terkait pelantikan bupati dan wakil bupati klaten terpilih. Semoga bulan ini keluar sk-nya sehingga bulan ini sudah bisa pelantikan," ujar Sri Mulyani pada awak media, Senin (15/2/2021).

Ia mengatakan, seandainya sampai Rabu (17/2/2021) lusa belum keluar SK pelantikan bupati dan wakil bupati Klaten terpilih, maka jabatan bupati Klaten kemungkinan besar bakal diemban oleh pelaksana harian (Plh).

"Mungkin nanti setelah tanggal 17 (Februari), akan ditunjuk pelaksana harian bupati," katanya.

Adapun Plh itu, lanjut Sri Mulyani bakal memimpin Kabupaten Klaten hingga SK pelantikan bupati dan wakil bupati Klaten periode 2021-2024 dikeluarkan oleh Kemendagri.

Baca juga: Soal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Pemkab Gunungkidul Tunggu Keputusan Pemda DIY

Baca juga: Sah, DPRD Kabupaten Magelang Setujui Dana Cadangan Pilbup 2024 Masuk Pembahasan Tahun 2021

Menurut Sri Mulyani, Plh Bupati Klaten dimungkinkan bakal dijabat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi.

"Plh itu nggak diajukan, tapi langsung ditunjuk dari Kemendagri ke gubernur dan gubernur langsung nunjuk plh-nya pak sekda," paparnya.

"Nggak apa-apa. Kalau saya manut sama negara saja. Intinya tanggal 17 Februari periode ini kan saya selesai. Sambil menunggu sk pelantikan (periode selanjutnya) keluar saya akan beraktivitas di rumah saja," ucapnya.

Ia memastikan jika, mundurnya pelantikan bupati dan wakil bupati Klaten terpilih tidak akan mengganggu kinerja Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Pasalnya, semua kebijakan sudah dipersiapkan oleh pihak-pihak terkait dan juga ada Plh bupati yang bakal meneruskan kepemimpinan. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved