Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Rusak Parah Akibat Diterjang Banjir, Butuh Anggaran Rp1,8 Miliar untuk Bangun Jembatan Songbanyu

Kepala Seksi Rehabilitasi, Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana menyampaikan jembatan Songbanyu perlu dibangun ulang karena rusak parah

Istimewa
Jembatan darurat penghubung Songbanyu-Sadeng di Kapanewon Girisubo, Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul telah mengkaji terkait kerusakan jembatan di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Hasilnya, jembatan perlu dibangun ulang.

Kepala Seksi Rehabilitasi, Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana menyampaikan jembatan perlu dibangun ulang karena kerusakannya parah.

"Jembatan lama tidak bisa diperbaiki sehingga harus dibangun yang baru," katanya pada wartawan, Senin (15/02/2021).

Wadiyana mengatakan pihaknya juga sudah memperkirakan biaya yang diperlukan untuk membangun jembatan baru. Adapun anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 1,8 miliar.

Menurutnya, jembatan akan memiliki dimensi panjang sekitar 9 meter dan lebar 7 meter. Realisasi pembangunan pun tinggal dilakukan, namun belum diketahui kapan persisnya proyek dimulai.

"Pelaksanaannya sangat tergantung dari ketersediaan anggaran di Pemerintah Kabupaten (Pemkab), jadi sedang menunggu kebijakan," jelas Wadiyana.

Ia mengatakan ada kemungkinan pembangunan jembatan mengandalkan alokasi Belanja Tak Terduga (BTT). Sebab kejadian banjir di Girisubo mendapat status Tanggap Darurat Bencana.

Baca juga: Jadi Akses Utama, Pemkab Gunungkidul Segera Perbaiki Jembatan Penghubung Pelabuhan Sadeng

Baca juga: Banyak Aktifitas Penambangan Ilegal di Kali Progo, KPP Minta Pemerintah Lakukan Penertiban

Namun hal itu masih membutuhkan koordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Sebagai solusi sementara, Wadiyana mengatakan jembatan darurat dibangun di sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini pembangunan jembatan darurat sudah rampung," ungkapnya.

Terpisah, Panewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan kini jembatan darurat tersebut sudah tersambung dan bisa dilewati warga. Pembangunannya pun sudah dilakukan sejak awal Februari ini.

Kendati begitu, ia tetap mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati saat melintas. Sebab jalur tersebut bersifat sementara selagi menunggu pembangunan jembatan kembali terealisasi.

"Mudah-mudahan jembatan permanen bisa segera diwujudkan," kata Arif.

Jembatan penghubung antara Kalurahan Songbanyu dan Sadeng tersebut runtuh pasca hujan deras mengguyur pada akhir Januari lalu. Akibatnya, warga saat itu harus mengambil jalur memutar yang cukup jauh.

Selain Songbanyu, hujan deras yang berakibat banjir berdampak pada 3 kalurahan lain di Girisubo. Termasuk menerjang dermaga dan pemukiman nelayan di Pantai Sadeng. (Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved