Breaking News:

Magelang

Ratusan Relawan Diterjunkan Cari Remaja Asal Magelang yang Hilang Terseret Arus Sungai Kalibening

Sedikitnya 200 personel gabungan diterjunkan guna mencari keberadaan Bintang Sugiarto (18) yang hilang terseret arus sungai di Sungai Kalibening

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker
Suasana apel tim gabungan yang akan melakukan pencarian terhadap korban pencari ikan yang hilang terseret arus sungai di Magelang Senin (15/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sedikitnya 200 personel gabungan diterjunkan guna mencari keberadaan Bintang Sugiarto (18) yang hilang terseret arus sungai di Sungai Kalibening, Lingkungan Dumpoh, Magelang Utara pada Minggu 14 Februari kemarin.

Tim dibagi menjadi tiga regu yang akan fokus mencari di sepanjang titik awal korban terpeleset hingga ke kawasan Ancol, Kalibawang.

"Yang terdaftar itu ada 214 orang dan itu belum termasuk yang di lapangan. Semua kami maksimalkan untuk upaya pencarian," kata Ketua Garda Relawan Indonesia Kota Magelang, Heri Prawoto, Senin (15/2/2021).

Heri menjelaskan satu regu akan melacak keberadaan korban dengan terjun langsung ke dalam sungai, satu menyisir dengan menggunakan perahu karet, dan satunya lagi akan berjalan di sepanjang sisi sungai untuk melihat tanda-tanda keberadaan korban.

"Ada juga relawan yang memantau dari atas jembatan. Kami akan coba untuk lebih teliti," imbuhnya.

Tim gabungan itu terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, PMI, Pemadam Kebakaran, TNI/Polri dan relawan lainnya.

Sebelumnya personel juga telah melakukan upaya pencarian di hari pertama namun nihil.

Baca juga: BREAKING NEWS : Cari Ikan Saat Banjir, Remaja di Magelang Hilang Terseret Arus Sungai Kalibening

Baca juga: BREAKING NEWS : Jatuh dari Pohon Kelapa, Penderes Nira di Kulon Progo Tewas

Pada hari kedua ini, tim gabungan disebut Heri telah melakukan evaluasi terhadap upaya pencarian kemarin. Maka itu, diharapkan dengan kesiapan para personel, upaya pencarian di hari kedua ini bisa membuahkan hasil.

"Tadi pagi sudah sampai ke Ancol dan perlu diketahui bahwa dalam kasus laka air itu memang tidak sekali pencarian, itu terus diulang dan dievaluasi sesuai dengan protap," jelasnya.

Kemungkinan terburuk menurut dia jika korban tidak ditemukan hingga hari ketiga maka upaya pencarian akan ditutup.

Jika angggota keluarga menginginkan agar pencarian dilanjutkan kembali, maka diberlakukan tanggap darurat pencarian hingga tujuh hari ke depan.

Ditambahkan, meski kondisi cuaca kurang mendukung untuk melakukan upaya pencarian namun pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut. Tim gabungan yang berada di air akan naik ke darat tiga jam setelah hujan di hulu turun.

"Jadi kalau di hulu sana Sindoro hujan itu sampai di Magelang sampainya sekitar lima jam. Makanya kami batasi, seandainya terjadi banjir mendadak itu tiga jam tim yang di air sudah harus naik," pungkas dia. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved