Breaking News:

Pajak Mobil Nol Persen Akan Berlaku, Penjual Mobil Bekas Sebut Tak Berdampak Besar pada Penjualan

Pemerintah memutuskan akan memberikan insentif baru berupa pengurangan tarif PPnBM untuk mobil segmen di bawah 1500 cc

TRIBUNJOGJA/ Nanda Sagita Ginting
Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Carsentro Jogja, jalan Magelang, Sleman, Sabtu (13/02/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah memutuskan akan memberikan insentif baru berupa pengurangan tarif PPnBM untuk mobil segmen di bawah 1500 cc dan 4x2.

Dilansir dari kompas.com, kebijakan pajak nol persen akan diberlakukan per Maret 2021.

Pengurangan tarif PPnBM akan menggunakan skema ditanggung pemerintah (DTP), dengan besaran diskon sebesar 100 persen di bulan pertama.

Artinya, pada tiga bulan pertama kebijakan ini berlaku, maka pada setiap pembelian mobil baru di bawah 1.500 cc akan digratiskan PPnBMnya.

Baca juga: Libur Imlek, Pantai Parangtritis Bantul Terpantau Lengang 

Untuk tiga bulan berikutnya, besaran diskon yang diberikan sebesar 70 persen, dan tiga bulan terakhir sebesar 50 persen.

Menanggapi hal tersebut, Didik (40) salah seorang penjual mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Carsentro Jogja, Jalan Magelang, Sleman menuturkan, terkait kebijakan relaksasi pajak mobil pihaknya masih menunggu aturan resminya.

"Apabila kebijakan ini jadi direalisasikan, tentu kami sebagai penjual mobil bekas akan terkena dampaknya tetapi tidak besar. Pengaruhnya mungkin hanya pada awal pembelakuan peraturan, di mana mungkin banyak pembeli yang memilih mobil baru. Namun, setelah itu preposisi harga akan terjadi dan harga mobil bekas akan menyesuaikan pasarnya sendiri," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Sabtu (13/01/2021).

Ia menambahkan, adanya kebijakan pajak nol persen dirasa tidak akan mengurangi minat pasar mobil bekas.

Meskipun, nantinya  mobil baru akan dijual dengan harga yang lebih murah.

Baca juga: Tentang Puasa Sehari di Bulan Rajab, Rasulullah SAW Sebut Imbalan Sungai Rajab di Surga

"Saya rasa tidak akan mengganggu segmen pasar kami. Karena, selama ini peminat mobil bekas juga tinggi," tuturnya.

Sedangkan terkait persediaan mobil bekas yang sudah terlanjur dibeli.

Pihaknya mengatakan tidak akan terjadi perubahan harga yang signifikan meskipun ada relaksasi pajak.

"Tetap saja, karena harga mobil bekas sejak pandemi sudah turun. Jadi, kalau nanti diberlakukan pajak nol persen harga mobil bekas yang kami ambil saat ini harganya akan tetap lebih murah dibandingkan mobil baru nanti. Tergantung konsumen saja, pilih yang mana," urainya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved