Laila Tifah Gelar Pameran Tunggal Bertajuk 'Sri', Tangguhnya Sosok Perempuan Lewat Lukisan

Pergulatan diri dan subjektivitas atas eksistensinya selaku perempuan, serta dilandasi bermacam kecemasan justru jadi pemantik gairah

TRIBUNJOGJA/ Hanif Suryo
Suasana pameran tunggal perupa Yogyakarta, Laila Tifah bertajuk 'Sri' di Jogja Gallery pada 7-17 Februari 2021. 

Potret Perempuan Tangguh

Terpisah, AA Nurjaman, penulis yang mengantarkan pameran ini memaparkan, nama 'Sri' dalam pameran ini dipinjam Laila Tifah dari tokoh dalam novelet karya Umar Kayam, “Sri Sumarah dan Bawuk” (1975).

Cerita berlatar masa kelam bangsa Indonesia pada 1960an itu, menggambarkan perjuangan dan ketegaran perempuan Jawa.

Bercerita tentang Sri yang berjuang sendirian, menghadapi suaminya yang menikah lagi, anaknya diseret ke penjara dan menantunya hilang dalam peristiwa Gestapu.

Sri Sumarah berjuang untuk membesarkan Ginuk, cucunya.

Baca juga: BMKG Prediksikan Sejumlah Wilayah di DI Yogyakarta Hujan Lebat Hari Ini, Berikut RInciannya

"Sri menjadi inspirasinya, untuk melihat melihat ke dalam dirinya, dan memberikan makna untuk itu," papar Aa Nurjaman.

Satu di antara karya Laila Tifah terinspirasi dari sosok sang ibu.

Ibunya, sosok wong ndeso yang ingin hidup lebih baik dengan berbagai lelaku seperti berpuasa, tirakat, termasuk melakukan ngebleng, tidak makan nasi selama beberapa hari.

Dia ingat pesan ibu, seseorang yang menjauhi nasi, akan menjadi kuasa. Latar belakang keluarga ibunya yang sebagian besar berprofesi  sebagai bakul pasar, juga memicu idenya.

Sejak kecil, Laila Tifah terbiasa melihat bagaimana Mbokdhe (kakak ibunya) bekerja keras.  Sejak subuh beranjak dari daerah Jejeran Bantul menuju pasar Ngasem, berdagang cemilan.

Di mata Laila Tifah, sang ibu dan Mbokdenya adalah sosok 'Sri' dalam hidup sehari-hari. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved