Bisnis

Industri Wisata Semakin Lemah, PHRI DIY Teruskan Aksi Prihatin Pita Hitam

Aksi yang sudah digelar sejak Januari kemarin akan terus berlangsung sampai keadaan lebih membaik.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menggelar aksi prihatin dengan memakai pita berwarna hitam. 

Aksi ini dilakukan sebagai respons dari melemahnya industri wisata selama pandemi merebak.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, aksi yang sudah digelar sejak Januari kemarin akan terus berlangsung sampai keadaan lebih membaik.

"Pastinya aksi ini dilakukan sebagai ungkapan keprihatinan kami dengan kondisi sekarang. Apalagi, kebijakan PSTKM yang diperpanjang menambah sulitnya ruang gerak kami," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Sabtu (12/02/2021).

Baca juga: PHRI DI Yogyakarta Kukuh Tuntut Relaksasi dari Pemerintah

Ia menambahkan, hingga saat ini relaksasi untuk meringankan beban industri wisata juga belum ada kejelasan.

Padahal, kondisi industri wisata di wilayah Yogyakarta sudah kategori kritis.

"Kami hanya perlu solusi yang tepat dari pemerintah untuk bisa bangkit lagi. Saat ini, hanya dukungan dari pemerintah yang kami butuhkan," ujarnya.

Pihaknya pun berharap,  pemberlakuan PSTKM bisa membawa dampak positif ke depannya .

Sehingga tidak ada lagi perpanjangan masa pembatasan di wilayah Yogyajarta.

"Harapan kami, perpanjangan PSTKM yang ketiga ini menjadi yang terakhir. Karena , sulit bagi kami untuk bertahan jika kondisinya terus begini," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved