Breaking News:

HEBOH Buku Pelajaran Sosiologi Memuat Konten Situs Dewasa, Begini Penjelasan Penerbit asal Klaten

Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudijanto selaku penerbit buku itu menjelaskan jika buku pelajaran tersebut merupakan terbitan tahun 2015

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudijanto, saat ditemui Tribun Jogja di kantornya di Macanan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Kamis (11/2/2021). 

"Yang jadi titik poin dari ini, kemungkin seperti ini terjadi, maka sejak setahun lalu jika kami ambil materi dari bahan orang lain, kami download dahulu dan kami simpan di tempat kami sehingga itu lebih aman. Tindakan kami ke arah itu," jelasnya.

Lebih jauh, dijelaskan Rudijanto jika buku mata pelajaran Sosiologi yang pihaknya terbit pada tahun 2015 itu sudah dilakukan verifikasi oleh pihak Puskurbuk dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Buku ini memang betul kami yang buat. Kemudian buku ini kami nilaikan ke puskurbuk dan sudah ditetapkan oleh kementerian pendidikan," jelasnya.

General Manager Produksi PT Cempaka Putih, Imtam Rus Ernawati mengatakan jika pihaknya telah melaporkan persoalan situs tersebut kepada Kemenkominfo pada Selasa (9/2/2021).

"Iya begitu kami mengetahui jika situs itu sudah beralih kami langsung melapor ke kementerian. Saat ini laporan kami itu sudah masuk antrian tunggu untuk pemblokiran situs tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Jawa Barat, Iwan Hermawan, mengatakan, buku pelajaran sosiologi yang memuat alamat rujukan konten dewasa tersebut diterbitkan PT Cempaka Putih asal Klaten, Jawa Tengah.

Buku itu telah lama terbit dan menjadi bahan ajar kurikulum 2016.

"Dia merujuk ke salah satu situs tertentu tentang budaya Sunda, ternyata situs budaya Sunda itu sepertinya sudah tidak aktif dan tidak diurus. Sehingga berganti kepemilikannya atau mungkin diretas sehingga menjadi situs komik dewasa. Sangat disayangkan," ujarnya, Selasa (9/2/2021) dilansir Tribun Jogja dari Tribun Jabar, Kamis (11/2/2021).

BREAKING NEWS: Mahasiswa UGM Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gondomanan Yogyakarta

Menurutnya, di beberapa sekolah di Jabar telah membeli buku tersebut dalam jumlah banyak untuk dipinjamkan ke siswa.

Dananya bersumber dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan ada juga yang disimpan di perpustakaan.

Meski demikian, Iwan menilai bukan hal yang bijak untuk menarik buku tersebut dari peredaran.
Langkah yang bisa dilakukan sekarang adalah meminta Kominfo RI untuk menutup atau memblokir situs tersebut di Indonesia.

Langkah yang kedua, menurut Iwan, adalah meminta agar Kemendikbud melalui Puskurbuk agar lebih awas bila ada buku yang menjadi bahan ajar merujuk ke situs-situs swasta non-pemerintah.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved