Breaking News:

HEBOH Buku Pelajaran Sosiologi Memuat Konten Situs Dewasa, Begini Penjelasan Penerbit asal Klaten

Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudijanto selaku penerbit buku itu menjelaskan jika buku pelajaran tersebut merupakan terbitan tahun 2015

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudijanto, saat ditemui Tribun Jogja di kantornya di Macanan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Kamis (11/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Heboh mengenai hadirnya link situs dewasa di satu baris halaman pada buku pelajaran Sosiologi untuk pelajar SMA/MA kelas XII di Jawa Barat mendapat tanggapan dari penerbit buku tersebut.

Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudijanto selaku penerbit buku itu menjelaskan jika buku pelajaran tersebut merupakan terbitan tahun 2015 sementara materi yang diunduh pada situs tersebut dilakukan pada November tahun 2014.

"Kami dapat kabar bahwa situs itu mengandung konten dewasa dan terus terang kami terkejut, buku itu keluaran tahun 2015 dan kami ambil situs itu tahun 2014 tidak ada masalah. Jadi buku itu tentang kebudayaan sunda tentang rumah suku naga," ujarnya saat ditemui Tribun Jogja di kantornya di Macanan, Kecamatan Klaten Utara, Kamis (11/2/2021).

Setelah mendapatkan kabar demikian, Rudijanto mengatakan, jika pihaknya segera melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.

DJPb Kanwil DI Yogyakarta Sebut APBN Berperan Penting Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

"Kami lakukan penyelidikan, ternyata situs itu sudah dibeli oleh orang lain sejak November 2020, baru kemarin," ucapnya.

Atas fakta itu, kata Rudijanto, pihaknya juga telah melaporkan pergantian pemilik situs tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

"Nah, tindakan kami, kami lapor ke kemenkominfo bahwa ini ada situs yang kami jadikan rujukan ternyata disusupi oleh unsur-unsur dewasa. Tanggapan kominfo saat kami melapor bagus sekali dan segera ditindak lanjuti. Kami senang jika situs itu segera diblokir karena ini menyangkut pendidikan," paparnya.

Di sisi lain, kata Rudijanto, pihaknya juga mengapresiasi Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Jawa Barat Iwan Hermawan yang juga meminta situs tersebut untuk diblokir agara tidak bisa diakses.

"Ini kan menyangkut pendidikan, kalau itu dipakai kan kasihan. Terus terang saya juga apresiasi Pak Iwan dari Jawa Barat yang juga lapor ke kemenkominfo menyatakan kesalahan bukan  dipenerbit atau penulis sehingga buku itu tidak perlu dimusnahkan. Kalau situs sudah diblokir kan buku bisa digunakan lagi, " jelasnya.

Untuk kedepan, kata Rudijanto pihaknya bakal lebih berhati-hati dalam mengunduh materi pembelajaran yang ada di situs-situs milik swasta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved