Breaking News:

Ini Motif Orang Palsukan KTP Menurut Pakar Kriminologi UGM, Lamar Pekerjaan Hingga Menikah Lagi

Ini Motif Orang Palsukan KTP Menurut Pakar Kriminologi UGM, Lamar Pekerjaan Hingga Menikah Lagi

TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Polsek Gondokusuman memperlihatkan barang bukti pemalsuan kartu identitas yang dilakukan FW 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polsek Gondokusuman Yogyakarta berhasil mengungkap kasus pemalsuan KTP yang beroperasi sejak setahun terakhir.

Pelaku yang berinisial FW (29) itu diketahui sudah menawarkan jasa pembuatan identitas diri palsu sejak setahun lalu.

Satu kartu identitas dihargai Rp 250 ribu dan ia masih memiliki setidaknya lebih dari 60 kartu identitas palsu ketika Polsek Gondokusuman menangkapnya di indekos Maguwoharjo.

Jasa pembuatan identitas palsu yang ia tawarkan mulai dari KTP, NPWP, BPJS hingga SIM.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kriminologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Suprapto mengatakan pemalsuan KTP bukanlah hal baru.

Meski teknologi saat ini lebih canggih, namun para pelaku kejahatan pun bisa mengikuti perkembangan zaman.

Terbukti, FW hanya bermodal printer, laptop dan kartu berbahan PVC seukuran KTP untuk membuat identitas palsu.

“Maka dari itu, para pelaku usaha yang mensyaratkan KTP perlu melakukan pengecekan ulang dengan identitas lain. Ini wajib dilakukan agar tidak mudah tertipu,” ucapnya kepada Tribunjogja.com, Selasa (9/2/2021).

Selain Kartu Identitas, Polisi Imbau Pengusaha Rental Kendaraan juga Minta Sidik Jari Penyewa

Pengakuan Oknum Pemalsu KTP di Sleman, Jual Kartu Identitas Palsu Seharga Rp 250 Ribu

Selain melakukan pengecekan ulang, pemerintah juga perlu melakukan kontrol secara sistemik.

“Maksudnya, perlu ada sistem kerja sama dengan pihak kalurahan, kapanewon/kemantren dan dukcapil,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Ardhike Indah
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved