Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

BPPTKG: Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,5 Kilometer Tadi Malam

Tadi malam, Senin (8/2/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi teramati mengalami guguran lava pijar 12 kali dengan jarak luncur maksimum

TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo
MERAPI TERKINI - Foto-foto terkini Gunung Merapi Kamis (4/2/2021) dari Jembatan Gantung Kemiri Kali Boyong dan GOR Kaliurang. Rentetan guguran lava pijar terjadi sepanjang pagi hingga siang. Kamis dini hari hingga pagi terjadi 9 kali guguran lava pijar skala kecil hngga sedang dan jarak luncur maksimum 1.000 meter dari puncak. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.968 mdpl) dilaporkan masih tinggi hingga kini. 

Tadi malam, Senin (8/2/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi teramati mengalami guguran lava pijar 12 kali dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter. 

"Teramati guguran lava pijar 12 kali dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya, hulu Kali Krasak dan Kali Boyong," terang petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Heru Suparwaka, Selasa (9/2/2021). 

Jelang Pukul 11.00, Masih Bisa Tunaikan Ibadah Sholat Dhuha, Ini Batas Waktu dan Tata Caranya

Pada periode pengamatan tersebut, ia menjelaskan gunung tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 16-26 °C, kelembaban udara 68-85 persen, dan tekanan udara 566-686 mmHg.

Masih pada Senin, (8/2/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 22 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan durasi 14-76 detik serta 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 15 mm, S-P 0.3 detik, dan durasi 10 detik. 

Selanjutnya, pada Selasa (9/2/2021) pukul 00.00-06.00 WIB, dilaporkan masih terjadi guguran lava pijar Gunung Merapi sebanyak 6 kali dengan jarak luncur maksimum 700 meter ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Kali Boyong).

Pada periode tersebut, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 13-21 °C, kelembaban udara 75-91 persen, dan tekanan udara 566-685 mmHg.

Dari Hobi Membawa Hoki, Warga Kulon Progo Kreasikan Produk Karung Goni Tembus Pasar Internasional

Aktivitas kegempaan yang terjadi antara lain, gempa guguran 25 kali dengan amplitudo 3-20 mm dan durasi 10-90 detik, gempa hybrid/fase banyak 11 kali dengan amplitudo 3-8 mm, S-P 0.3-0.5 detik, dan durasi 4-8 detik, serta gempa vulkanik dangkal 1 kali dengan amplitudo 70 mm dan durasi 19 detik. 

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyatakan, Gunung Merapi saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hanik menyampaikan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari.

"Diharapkan dapat berlangsung seterusnya. Namun, jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut setidaknya masyarakat sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Hal ini sesuai dengan konsep living harmony dengan Merapi," tandasnya. (uti)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved