Breaking News:

Akibat Diterjang Banjir 119 Hektare Tanaman Padi di Klaten Mengalami Puso

Akibat diterjang banjir pada Kamis pekan lalu, sebanyak 119 hektare tanaman padi di Kabupaten Klaten mengalami puso.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang warga menggali saluran air di sekitar sawah yang terdampak terjangan banjir di Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Akibat diterjang banjir pada Kamis pekan lalu, sebanyak 119 hektare tanaman padi di Kabupaten Klaten mengalami puso.

Data 119 hektare lahan persawahan itu tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Klaten.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, mengatakan jika pihaknya telah melakukan pendataan sawah yang mengalami puso akibat terjangan banjir pekan lalu itu.

"Data sawah puso akibat banjir per tanggal  8 Pebruari 2021 sekitar pukul 17.00, yakni seluas 119.5 hektare," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Jogja, Selasa (9/2/2021).

Warga Luar Yang Masuk-Keluar DI Yogyakarta Untuk Bekerja Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test Antigen

Widiyanti merinci, Kecamatan Gantiwarno menjadi daerah paling terdampak akibat diterjang banjir pekan lalu itu.

Pasalnya, sekitar 62 hektare lahan tanaman padi dilaporkan mengalami puso di daerah itu.

Selain itu, di Kecamatan Wedi terdapat 36 hektare sawah puso dan Kecamatan Cawas sebanyak 10 hektare.

Adapun 4 kecamatan lainnya yakni, Trucuk 6 hektare, Karangdowo 2,5 hektare, Juwiring 2 hektare dan Bayat 1 hektare.

Menurut Widiyanti, tanaman padi yang mengalami puso di 7 kecamatan itu berumur sekitar 7 hingga 90 hari setelah tanam (HST).

Ia pun mengatakan jika pihaknya bakal mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan bantuan atau subsidi bibit bagi petani yang tanaman padinya puso akibat diterjang banjir itu.

Baca Doa Berikut Ini Agar Dimudahkan dalam Segala Urusan

"Rentang umurnya 7 sampai 90 HST. Kami usulkan (bantuan bibit) ke provinsi," lanjutnya.

Sebelumnya, kata Widiyanti akibat hujan deras di Klaten seluas 1.308 hektare lahan persawahan di Klaten yang tersebar di 10 kecamatan terendam banjir.

Adapun rinciannya yakni, Trucuk 37 hektar, Cawas 353 hektare, Karangdowo 270 hektare, Juwiring 166 hektare dan Wedi 308 hektare.

Lima kecamatan lainnya yakni, Prambanan 4 hektare Jogonalan 9 hektare, Bayat 12,6 hektare, Kalikotes 49 hektare dan Gantiwarno 99,5 hektare. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved