Breaking News:

Kabupaten Magelang

Program Vaksinsi Covid-19 di Magelang : Baru 73 Persen Nakes yang Sudah Divaksin

Program Vaksinsi Covid-19 di Magelang : Baru 73 Persen Nakes yang Sudah Divaksin

istimewa
Suasana kick off program vaksinasi di Kabupaten Magelang yang digelar di rumah dinas bupati dan disiarkan secara daring, Senin (25/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sejak program vaksin pertama kali digulirkan pada 25 Januari lalu di Kabupaten Magelang, sedikitnya baru 2145 tenaga kesehatan (nakes) yang ikut serta dalam program vaksinasi covid-19.

Beberapa di antaranya mesti ditunda akibat sejumlah hal, salah satu penyebab yang terbanyak yakni hipertensi dengan persentase sebanyak 44,30 persen.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo menjelaskan, jumlah itu masih akan bertambah. Pihaknya akan mengikutsertakan para nakes yang tertunda dalam menerima vaksin itu pada pekan ini. 

"Di rumah sakit Muntilan itu ada 114, tapi ya kepastiannya kami belum tahu berhasil atau tidak tapi kami sudah alokasikan," ujarnya, Minggu (7/2/2021).

Dwi menjelaskan, berdasarkan pembaharuan data hingga awal Februari ini setidaknya 73 persen nakes di Magelang telah divaksin.

Mereka yang berstatus tunda akan diikutsertakan dalam program vaksin lanjutan.

"Di rumah sakit menunjukkan progres yang signifikan ya dan kami harapkan beberapa nakes yang status tunda bisa segera divaksin kembali," ujarnya.

40 Jurnalis Ikut Serta Dalam Program Vaksin di Kabupaten Magelang 

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Petugas Masih Temukan Warga Tak Bermasker di Magelang

Dijelaskan, secara umum kondisi psikologis akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses vaksinasi.

Dari jumlah  44,30 persen nakes yang gagal divaksin mereka mengaku cemas saat akan dilangsungkan proses penyuntikan. 

"Karena waktu sebelum disuntik mungkin sudah cemas dan takut duluan, jadi tensinya naik makanya jadi ditunda," imbuhnya.

Di sisi lain, Dwi menyebut bahwa proses swab masif yang beberapa waktu lalu menjadi salah satu upaya Satgas Covid-19 dalam menekan laju penyebaran pandemi kini tak lagi menjadi pilihan utama.

Selain karena faktor keterbatasan kapasitas laboratorium yang tidak memungkinkan, pihaknya lebih memilih langkah pelacakan kontak erat dari pasien konfirmasi Covid-19.

"Jadi lebih ke identifikasi lebih dahulu ya, kemudian baru proses pembuatan daftar kriteria kontak erat dan mana yang tidak. Swab masif ini yang untuk lansia dan juga komorbid masih jalan, hanya fokus kami masih ke vaksinasi dulu," ujar dia. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved