Breaking News:

Langkah Strategis PLN Mewujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Dalam membangun ekosistem kendaraan listrik tidak bisa dilakukan secara terpisah, sektoral, dan tidak terintegrasi.

Dok. Medco Power
Webinar “Electric Vehicle Ecosystem Virtual Launch” yang diselenggarakan Medco Power, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUN-JOGJA.com  – Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Upaya tersebut akan difokuskan terhadap penyediaan infrastruktur pengisian tenaga listrik untuk kendaraan berbasis baterai.

Hal tersebut disampaikan Direktur Mega Project PLN, M. Ikhsan Asaad dalam acara “Electric Vehicle Ecosystem Virtual Launch” yang diselenggarakan Medco Power, Jumat (5/2/2021). Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat hadirnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Forum ini adalah upaya kita bersama untuk menuju ke sana. PLN menyambut baik langkah Medco yang sangat serius untuk terlibat dalam membangun ekosistem  electric vehicle (EV),” ujar Ikhsan melalui rilis resmi yang diterima Tribun Jogja, Minggu (7/2/2021).

Dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, tambah Ikhsan, tidak bisa dilakukan secara terpisah, sektoral, dan tidak terintegrasi. Oleh karena itu, kolaborasi dari pemerintah sebagai regulator, BUMN, dan badan usaha lain menjadi sangat penting untuk mewujudkan ekosistem EV tersebut.

Tak hanya itu, untuk membantu penyediaan listrik kendaraan, PLN juga siap mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

PLN percaya dan optimistis jika kendaraan listrik akan menjadi pilihan terbaik dalam sistem transportasi masa depan.

Ikhsan menjelaskan, kendaraan listrik bisa jadi solusi dari masalah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

“Harus ada pihak yang berani memulai, mengambil inisiatif, dan membuka ruang kolaborasi seluas mungkin. PLN mengambil risiko itu demi mendorong tumbuhnya ekosistem EV,” tutur Ikhsan.

Di sisi lain, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wanhar menyebutkan, Penggunaan kendaraan listrik akan mendorong kemandirian energi domestik melalui pengurangan ketergantungan terhadap impor BBM.

Wanhar menganggap kendaraan listrik merupakan transportasi ramah lingkungan sehingga dapat mencegah terjadinya polusi udara. Hal ini menjadi bukti nyata Indonesia dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Halaman
12
Penulis: Yohanes Enggar
Editor: Yohanes Enggar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved