Breaking News:

Jawa

1.301 Hektare Sawah di Klaten Tergenang Air, DPKPP Besok Lakukan Monitoring

Sebanyak 1.301 hektare sawah di empat kecamatan di Klaten tergenang air.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang warga memperbaiki saluran air di persawahan yang sempat terendam air di Dukuh Mawen, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Guyuran Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten pada Kamis - Jumat (4-5/2/2021) tidak hanya menggenangi permukiman warga.

Namun juga menggenangi ribuan hektare lahan persawahan milik masyarakat yang berada di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan jika 1.301 hektare sawah ikut tergenangi oleh air.

Ia mengatakan, data itu merupakan data yang dihimpun pada Minggu (7/2/2021) hingga sekitar pukul 13.00.

Tinjau Korban Banjir di Pesu, Bupati Klaten Sri Mulyani : 52 Rumah Terendam Parah, 125 KK Terdampak

"luas lahan sawah yang tergenang akibat curah hujan yang tinggi dan adanya tanggul jebol sampai Minggu siang, tercatat sekitar 1.301 hektare," ujarnya pada Tribunjogja.com, Minggu (7/2/2021).

Widiyanti merinci, terdapat 4 kecamatan yang paling luas lahan persawahnnya digenangi air.

Adapun 4 kecamatan itu yakni, Cawas 353 hektare, Wedi 308 hektare, Karangdowo 270 hektare dan Juwiring 159 hektare.

Selain 4 kecamatan itu, menurut data DPKPP Klaten, juga dilaporkan 6 kecamatan yang lahan persawahannya digenangi air.

Yakni, Gantiwarno 99,5 hektare, Kalikotes 49 hektare, Trucuk 37 hektare, Bayat 12,6 hektare,  Jogonalan 9 hektare dan terakhir Prambanan 4 hektare.

Begini Penampilan Bupati Klaten Sri Mulyani Saat Bantu Kuras Air di Rumah Warga yang Terendam Banjir

Atas fakta demikian, Widiyanti mengatakan jika pihaknya bakal melakukan monitoring untuk menetapkan luas lahan persawahan yang terdampak akibat hujan deras tersebut.

"Senin, 8 Februari akan kami lakukan monitoring untuk menetapkan luas lahan sawah yang terdampak," ujarnya.

Ia juga menjelaskan jika, 1.301 hektare sawah yang terendam itu belum tentu semuanya mengalami gagal panen atau terdampak.

Sebab beberapa jenis tanaman padi kata dia, ada juga yang memiliki daya tahan terhadap genangan air.

"Jadi tergenang itu belum tentu rusak. Kalau air surut, baru dicek mana sawah yang tahan dan yang rusak," tandasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved