Breaking News:

Jawa

Penerapan PPKM Disebut mampu Turunkan Kasus Konfirmasi Positif COVID-19 di Kabupaten Magelang

Pemberlakuan PPKM di beberapa daerah diklaim cukup berdampak bagi penurunan kasus konfirmasi positif di Kabupaten Magelang.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Kasie Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo saat menjelaskan penurunan kasus konfirmasi positif di Kabupaten Magelang selama diberlakukannya kebijakan PPKM, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang mengklaim terjadi penurunan kasus konfirmasi positif di wilayah itu selama berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meski Kabupaten Magelang tidak menerapkan PPKM secara langsung, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang berperan sebagai wilayah penyangga bagi sejumlah daerah yang menerapkan kebijakan PPKM.

"Data terakhir per Kamis 4 Februari kemarin, total ada jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi menjadi 8.004 orang. Rinciannya, 1.232 dalam penyembuhan, 6.560 sembuh dan 212 meninggal," kata  Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Jumat (5/2/2021).

Nanda menjelaskan, meski secara umum kasus harian konfirmasi positif covid-19 di kabupaten Magelang menunjukkan tren yang fluktuatif dan agak meninggi, namun selama pemberlakuan PPKM di beberapa daerah yakni sejak 11-25 januari kemudian diperpanjang kembali hingga 8 Februari, hal tersebut sedikit banyak cukup berdampak bagi penurunan kasus konfirmasi positif di Kabupaten Magelang.

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pasar di Kabupaten Magelang Hanya Buka Sampai Pukul 5 Sore

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Dwi Susetyo menjelaskan hal serupa.

Dwi menyatakan bahwa, secara umum selama dua pekan lebih pemberlakuan PPKM tren kasus konfirmasi positif covid-19 menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

"Penanganannya sudah inheren ya dan on the right track kalau kita lihat data selama dua pekan lebih PPKM ini," katanya.

Dwi menjelaskan, selama lebih dari dua pekan PPKM berlangsung kasus konfirmasi baru cenderung menurun dan pada 24 Januari lalu, kasus positif harian pernah hanya di angka 14 orang saja.

Berdasarkan grafik yang ditunjukan, kasus harian COVID-19 memang masih fluktuatif di Kabupaten Magelang namun garis linear grafik menunjukkan bahwa konfirmasi harian di daerah itu cenderung menurun dan tingkat kesembuhan meningkat.

"Data penurunan ini hanya sebagian saja yang kami ambil yakni dari tanggal 11 sampai terakhir di tangga 2 Februari lalu. Makanya grafiknya menunjukkan penurunan," ujar dia.

Gerakan Jateng di Rumah Saja di Akhir Pekan Ini, Berikut Instruksi Gubernur Ganjar Pranowo

Namun demikian, secara umum sejak ditemukannya kasus COVID-19 di Kabupaten Magelang hingga sampai saat ini kasus COVID-19 cenderung menunjukan tren yang melonjak.

Hal itu menurut Dwi disebabkan oleh berbagai hal, satu di antaranya dimungkinkan akibat mobilitas masyarakat yang menjadikan tren penyebaran virus semakin cepat.

Sejak pertama kalinya ditemukan kasus COVID-19 di daerah itu, jumlah kasus harian akumulasi terus melonjak.

Pada Maret 2020 jumlah kasus berada di angka empat pasien dengan kematian berjumlah tiga pasien.

Pada Agustus 2020, total p[aeisn berjumlah 262 dengan jumlah meninggal di angka 65 pasien dan pada Kamis 4 Februari kemarin, total jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi menjadi 8.004 orang dengan rincian 1.232 dalam penyembuhan, 6.560 sembuh dan 212 meninggal. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved