Yogyakarta

Sekitar 4.100 Calon Jemaah Umroh Asal DIY Tertahan Akibat Pembatasan Akses Masuk Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan pembatasan akses masuk ke 20 negara termasuk Indonesia.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan pembatasan akses masuk ke 20 negara termasuk Indonesia.

Dampaknya, ribuan calon jemaah umroh yang siap angkat koper terpaksa tertunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag DIY Edhi Gunawan mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi serta Kemenag Pusat, terkait perkembangan terkini dampak dari kebijakan penutupan akses untuk 20 negara.

Edhi mengatakan dari penutupan akses masuk ke Arab Saudi tersebut secara otomatis berimbas pada jadwal pelaksanaan umroh 2021.

Gagal ke Tanah Suci, Calon Jemaah Umroh Asal Yogyakarta Mengaku Legowo

"Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Sembari pemahaman kepada calon jemaah umroh dengan adanya kondisi seperti saat ini," katanya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (3/2/2021).

Edhi menambahkan, pembatasan akses masuk warga negara Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi tersebut lantaran jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia tinggi.

"Iya, karena kasus COVID-19 yang tinggi. Jadi ada sekitar 20 negara yang dibatasi," imbuh Edhi.

Ia berharap, kasus COVID-19 di Indonesia khusunya di DIY segera turun dan kondisi dapat pulih kembali.

Dengan adanya kebijakan dari pemerintah Arab Saudi tersebut, Kemenag DIY tidak dapat mengupayakan apa pun kecuali menunggu kebijakan selanjutnya dari pemerintah Arab Saudi.

"Saya kira masyarakat DIY sudah memahami hal ini, dan kami tetap memberlakukan pendampingan dan penguatan," jelasnya.

Meski belum ada kejelasan kapan akses masuk Arab Saudi kembali dibuka, namun pihak Kemenag DIY tetap melaksanakan bimbingan ibadah haji dan umroh kepada para calon jemaah melalui virtual.

Pemahaman secara menyeluruh baik itu pelaksanaan ibadah haji dan umroh di tengah pandemi, serta hal penting lainnya turut disampaikan.

"Termasuk jika ada informasi penting selalu kami komunikasikan. Dan pendampingan manasik tetap dilakukan tapi secara virtual," terang dia.

Travel Umroh Rugi Ratusan Juta Jika Ada Penghentian Sementara

Edhi mengakui, saat ini banyak para calon jemaah yang membatalkan pemberangkatan umroh karena kondisi yang serba terbatas seperti saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved