Breaking News:

Bisnis

Merugi Akibat Pandemi, Homestay hingga Restoran di Gunungkidul Mulai Dijual

Kedua homestay cukup besar tersebut masing-masing berada di Kapanewon Semanu dan Playen.

Pixabay.com / Engin_Akyurt
ilustrasi hotel 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Situasi pandemi ditambah Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) membuat usaha jasa pariwisata (UJP) mulai menyerah.

Sejumlah penginapan hingga restoran pun mulai dijual.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto mengungkapkan pihaknya sudah menerima laporan langkah penjualan tersebut.

"Ada beberapa restoran yang mulai ditawarkan untuk dijual ke pembeli," katanya pada wartawan, Rabu (03/02/2021).

Selain restoran, Sunyoto menyebut ada dua penginapan berkonsep homestay yang juga dijual.

Terdampak Pandemi, 50 Hotel dan Restoran di DI Yogyakarta Mati Sampai Jual Aset

Kedua homestay cukup besar tersebut masing-masing berada di Kapanewon Semanu dan Playen.

Ia mengatakan para pemilik usaha tersebut memilih menjual asetnya karena omzet terus menurun.

Sedangkan biaya operasional harus terus berjalan.

"Paling berat dampaknya terutama sejak penerapan PSTKM ini," tutur Sunyoto.

Ia menyebut sektor usaha jasa pariwisata menderita kerugian mencapai 90 persen. Pasalnya, pendapatan mereka sangat tergantung dari kunjungan wisatawan asal luar Gunungkidul dan luar DIY.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved