Breaking News:

Bisnis

BLT Belum Turun, Disperindag DIY Sebut Membuat Harga Daging dan Telur Ayam Ras Anjlok

Permintaan terhadap daging dan telur ayam ayam mengalami penurunan sehingga berimbas pada harganya.

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai terjadinya deflasi harga pada komoditi daging dan telur ayam ras dampak belum turunnya bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah.

Hal ini membuat permintaan terhadap daging dan telur ayam ayam mengalami penurunan sehingga berimbas pada harganya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto menuturkan, di tengah pandemi dengan kondisi yang sulit membuat banyak masyarakat lebih memilih untuk berhemat.

"Masyarakat lebih selektif dalam memilih konsumsinya dengan menyesuaikan kondisi keuangan yang ada. Sehingga, komoditi seperti daging ayam dan telur ras yang biasanya tinggi permintaan mulai menurun mengikuti ekonomi masyarakat," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (03/03/2021).

Sepekan Terakhir, Harga Telur Ayam Ras di Kulon Progo Mengalami Penurunan

Ia menambahkan, harga daging dan telur ayam ras akan merangkak naik apabila bantuan pemerintah sudah diturunkan.

Di mana, bantuan tersebut akan dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pola ini sudah pernah terjadi pada kondisi sebelumya. Ketika, bantuan pemerintah turun daya serap pasar meningkat dan membuat harga menjadi lebih stabil," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya memastikan untuk komoditi beras tidak akan terjadi kenaikan harga.

Begitu pula, dengan persediaan bahan pokok yang dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat .

"Harga beras  terus dipantau dan diusahakan agar tidak terjadi perubahan harga karena sebagai bahan pangan pokok yang utama. Sedangkan, untuk bahan pokok lainnya saat ini masih cukup hingga beberapa bulan ke depan," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved