Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Pertanian Berbasis Kawasan Agrowisata Terus Dikembangkan di Kulon Progo

Distanpangan saat ini sedang mengembangkan kawasan agrowisata di Embung Canggal, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. 

istimewa
Penanaman bunga di Kawasan Agrowisata Embung Canggal, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengembangan pertanian berbasis kawasan agrowisata terus digencarkan di Kabupaten Kulon Progo

Melalui pengembangan tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan kawasan agrowisata di Embung Canggal, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo

Sebab di kawasan itu juga dikembangkan komoditas buah durian. 

Baca juga: RKPD 2022: Optimalisasi Proyek Strategis Nasional Menjadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi di Kulon Progo

Untuk lebih mempromosikan lagi, pihaknya melakukan gerakan penanaman 1.000 bunga agar lebih mempercantik kawasan itu. 

"Pengembangan ini juga bekerjasama dengan Bank Indonesia, desa wisata dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)," katanya, Selasa (2/2/2021). 

Lebih lanjut, kata Aris di sekitar Kawasan Embung Canggal juga terdapat alternatif wisata lain seperti kampung kopi Madigondo dan kopi Suroloyo. 

Selain Embung Canggal, kawasan agrowisata juga sedang dikembangkan di wilayah lain. 

Baca juga: Jadi Komoditas Unggulan Kulon Progo, Pemerintah Perluas Lahan Perkebunan Durian Menoreh

Diantaranya Embung Tonogoro, Kapanewon Kalibawang dan Embung Kleco, Kapanewon Girimulyo. 

"Keduanya pengembangan tanaman berbasis durian dan kelengkeng. Dan ketika panen raya bagus sekali," ungkapnya. 

Selanjutnya, pengembangan agro edu wisata berbasis integrated farming di wilayah Hargowilis, Kapanewon Kokap yang menghasilkan berbagai olahan kelapa menjadi gula semut bernilai ekspor. 

"Kami juga mengembangkan kawasan agrowisata pertanian padi organik dan sudah dilaunching saat panen raya di wilayah Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan dengan merek Jatisarono Organik Sehat Sejahtera (JOSS). Bahkan sudah mendapatkan sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik," ucap Aris. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved