Breaking News:

Homestay Halal Borobudur di Magelang, Fasilitasi Pengunjung dengan Beragam Spot Selfie Menarik

Desa bahasa Borobudur yang berlokasi di Parakan, Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang telah lama kondang berkat gerakan

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Suasana homestay halal Borobudur dan homestay Specpacker di Magelang yang menyasar wisatawan backpacker sebagai konsumen, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Desa bahasa Borobudur yang berlokasi di Parakan, Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang telah lama kondang berkat gerakan pemberdayaan dan edukasinya.

Dengan memanfaatkan area yang berdekatan dengan Candi Borobudur, pengelola kian mengembangkan area itu menjadi kawasan wisata baru berikut fasilitas pendukungnya.

Hani Sutrisno, yang merupakan pendiri desa itu menuturkan, selain berfungsi sebagai pusat edukasi tempat tersebut juga kini dikembangkan dengan beragam spot selfie yang menarik.

Selain belajar, para peserta juga diajak berwisata di Desa Bahasa Borobudur. Wisata yang ditawarkan mulai dari Candi Borobudur, Rafting, Kerajinan Gerabah, atau Kerajinan Batik.

Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Merah dengan Level 6.043, Simak Saham yang Paling Banyak Dikoleksi Asing

Di Desa Bahasa tersebut juga ada wisata edukasi yang unik, seperti Area Panahan, Taman Kelinci, Fun Game, Sound of Angklung, Sulap, Ikan Terapi, bahkan wahana swafoto dengan Presiden tersedia di sini.

Tidak ketinggalan, Hani juga meyediakan fasilitas homestay bagi wisatawan yang melancong di wilayah Magelang. Wisatawan dengan budget tipis menjadi target utama bagi pihaknya untuk dijadikan sebagai konsumen.

"Kami memang menyasar para backpaker. Selama ini para backpacker ini kan belum ada yang menampung dan tidak terfasilitasi. Mereka biasa pulang setelah wisata di Magelang karena mungkin terkendala biaya dan tidak jadi menginap di sini. Nah wisatawan seperti ini yang kami sasar," ujar dia.

Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, beberapa spot selfie dan wahana wisata kini tengah dalam proses renovasi. Sepinya kunjungan dimanfaatkan dia untuk berbenah dan menambah sedikit kreativitas pada spot-spot yang lebih dulu eksis.

"Karena kami percaya, pasti ada titik balik kebangkitan di industri pariwisata khususnya Magelang setelah pandemi ini rampung. Dan pada saat itu setidaknya kami sudah siap untuk menerima wisatawan," ujarnya.

Sama halnya dengan fasilitas homestay tersebut. Hani menyatakan bahwa dengan kondisi bisnis pariwisata yang suram akibat pandemi, pihaknya cukup kelimpungan untuk mengatasi biaya operasional.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved