PSS Sleman

Hamdan Zamzani, Talenta Muda Asli Sleman yang Berkesempatan Ikut TC Timnas Junior

Muhammad Hamdan Zamzani sudah mulai berlatih dan bermain sepak bola sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Tayang:
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi PSS Sleman
Hamdan Zamzani 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selain kerja keras, keberuntungan di dunia sepak bola juga adalah faktor seorang pemain dapat bermain di kancah nasional maupun internasional.

Apalagi di Indonesia, dengan luasnya wilayah yang dibagi ke beribu pulau, kesempatan setiap orang yang ingin menjadi professional di bidang sepak bola sangat kecil.

Pengalaman itu juga dialami oleh pemain bertahan PSS Sleman, Muhammad Hamdan Zamzani yang pernah secara beruntung mengikuti pusat pelatihan timnas ketika masih berseragam Sleman United.

Saat itu tahun 2014 ia melakoni laga uji coba bersama timnya melawan timnas U19 dalam Tur Nusantara yang dipunggawai Evan Dimas cs.

Performa apiknya membuat pelatih timnas U19 kala itu, Indra Sjafri ingin memboyong Zamzam sapaan akrabnya, mengikuti latihan bersama skuad Garuda muda.

Baca juga: Kiat Bek PSS Sleman Hamdan Zamzani Jaga Pola Makan Selama Liga 1 Disetop

Beberapa bulan sebelumnya, Zamzam juga pernah dipanggil pemusatan latihan di Bandung, oleh Kurniawan Dwi Yulianto melalui Liga Pendidikan Indonesia (LPI).

"Saya bukan pemain liga pelajar, tapi pelatih saya di Sleman United punya jejaring di timnas junior," ujarnya saat diwawancarai Tribunjogja.com, Selasa (2/2/2021).

Momen itu membuatnya antusias, betapa tidak, di Yogyakarta, SMAN 1 Minggir, Sleman yang menjadi tempatnya mengenyam pendidikan tidak ada kelas olahraga atau sepak bola.

Berbeda dengan SMA di Yogyakarta lainnya, seperti SMAN 4, SMA 1 Sewon, hingga SMA Muhammadiyah 7,  yang memiliki kelas intens olahraga, dan memiliki banyak prestasi di bidang sepak bola.

Hal itu juga sangat membekas di benak Zamzam, selain pengalaman pertama dipanggil timnas, ia juga bercerita kalau pertama kalinya naik pesawat terbang.

Ketika pada hari pemanggilan, Zamzam harus bergegas menyiapkan berkas yang diperlukan untuk mengikuti pemusatan latihan di Bandung.

Baca juga: Hamdan Zamzani Dipanggil Pulang untuk Perkuat PSS Sleman di Liga 1 2020

"Saya sampai legalisir sana sini," ucapnya pendek.

Namun sayang, Zamzani harus kecewa, lantaran dirinya didekap cedera ketika hendak pemilihan skuad utama timnas junior.

Di samping itu, Zamzam juga memiliki usaha yang tidak sedikit untuk melampaui ekspektasi itu, ia sudah mulai berlatih dan bermain sepak bola sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kompetisi pertamanya di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Jenjang Sekolah Dasar (O2SN-SD), namun ia dan kolega yang mewakili Sleman, harus puas dengan hasil di urutan ke-3 seusai kalah dari perwakilan Kota Yogyakarta.

"Waktu itu kebetulan saya ingat, lawannya ada Bagas Adi," katanya.

Bakatnya mengolah si kulit bundar nampaknya diturunkan dari sang kakek.

Sewaktu kecil, Zamzam kerap diajarinya bermain.

Baca juga: Freddy Muli, Sosok Penting Bagi Hamdan Zamzani di Karir Profesionalnya

Tambah lagi, sosok kakek yang ia idolakan memiliki Sekolah Sepak Bola di kawasan Sleman, yang bernama AMS Sayegan.

SSB itu akhirnya yang mendidik pria asli kelahiran Sleman ini bermain sepak bola.

Hari ini sambil menunggu kepastian Liga Indonesia kembali dimulai, Zamzam sibuk membantu bisnis orang tuanya di cucian motor dan mobil, di Sleman.

Ia juga bercerita ingin membuka usaha jual ikan koi dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, sudah sejak awal kondisi pandemi COVID-19 dan liga terhenti, ia senang dengan ikan hias.

"Awal-awal pandemi saya punya beberapa ikan koi, tapi gak lama pada mati, dan sekarang pengen coba lagi, mulai dari bibit dibesarkan dulu, baru dijual," imbuhnya.

Baca juga: Terinspirasi Bintang MU, Bek PSS Sleman Gagas Gerakan Sosial Athletes For Good

Kolam yang akan digunakan Zamzam juga sudah dibuatnya dekat dari rumah, upaya ini agar ia dapat mengontrol apa yang sedang ia pelihara.

Kemudian, ia berharap Liga Indonesia segera diputar kembali, menurutnya banyak pemain yang menggantungkan hidupnya di sepak bola.

Artinya jika kompetisi berhenti, setiap pemain yang terlibat akan kesulitan secara finansial.

Belum lagi masyarakat Indonesia juga membutuhkan hiburan yang merakyat.

"Kalau gak ada sepak bola, mau dikasih makan apa anak istrinya," tambah Zamzam.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved