Breaking News:

Nasional

Akui PPKM Pulau Jawa-Bali Tak Efektif Tekan Laju Penularan Covid-19, Ini Instruksi Presiden Jokowi

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pulau Jawa dan Bali sejak 11 Januari lalu hingga saat ini tak efektif tekan kasus covid-19

Editor: Hari Susmayanti
Screenshot/Kompas TV
Presiden Joko Widodo menjalani proses vaksinasi Covid-19, Rabu (13/1/2021) di Istana Merdeka, Jakarta. Penyuntikan dilakukan oleh dokter kepresidenan. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Pemerintah pusat sudah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 7 provinsi yang ada di Pulau Jawa dan Bali mulai dari 11 Januari lalu hingga saat ini.

PPKM tahap pertama dilaksanakan mulai 11-24 Januari yang lalu.

Namun karena penurunan kasus baru covid-19 masih rendah, pemerintah pusat kembali memperpanjang PPKM yakni mulai 25 Januari hingga 8 Februari mendatang.

Kebijakan pemerintah dalam menerapkan PPKM di Jawa dan Bali setelah tiga pekan berjalan ternyata belum ampuh untuk menurunkan angka kasus baru covid-19 di Indonesia, terutama Pulau Jawa dan Bali.

Hal itu juga diakui oleh Presiden Jokowi.

Menurutnya, kebijakan PPKM untuk menekan laju penularan Covid-19 tidak efektif.

Hal itu disampaikan Jokowi melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (31/1/2021).

“Yang berkaitan dengan PPKM tanggal 11-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya ini tidak efektif.

Mobilitas juga masih tinggi karena kita memiliki indeks mobility-nya. Sehingga di beberapa provinsi Covid-nya tetap naik,” kata Jokowi.

Ia mengatakan implementasi PPKM yang semestinya membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat tak mampu melakukan kedua hal tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved