Breaking News:

Kisah Inspiratif

Mengenal Lebih Dekat Sudarmaji, Legenda PSIM Soeratin 1992-1993

Sudarmaji merupakan seorang legenda PSIM Yogyakarta di era Liga Indonesia, saat masih bernama Liga Dunhil.

istimewa
Penampilan Sudarmaji saat berlaga di Lapangan Minomartani 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudarmaji merupakan seorang legenda PSIM Yogyakarta di era Liga Indonesia, saat masih bernama Liga Dunhil.

Tahun 1988 hingga 1999, adalah kurun waktu yang dihabiskan Darmo, sapaan akrabnya, untuk membela satu klub kebanggaan warga Kota Yogyakarta.

Ia sudah bermain di usianya yang masih belia, kompetisi demi kompetisi dilaluinya bersama PSIM Junior.

Piala Soeratin dan Haornas (Hari Olahraga Nasional) adalah saksi bisu, di mana Darmo menunjukan kehebatan kaki kirinya dalam mengumpan bola ke kotak pinalti.

Darmo bercerita, laga paling berkesan untuknya adalah ketika tahun 1992-1993.

Baca juga: Pensiun dari Sepakbola, Eks Pemain PSIM dan PSS Sleman, Oya Winaldo Pilih Berkarir di Pertambangan

Ketika itu Darmo dan teman-teman masuk final Piala Soeratin melawan PSB Bogor.

"Waktu itu kita cuma wong ndeso bisa ke Senayan, seneng banget. Tapi sayang kita kalah 1-2," kenangnya.

Ia bercerita, pada era itu pendukung PSIM Yogyakarta masih bernama Paguyuban Tresno Laskar Mataram (PTLM), datang bertolak ke Senayan.

Kala itu pelatih yang menukangi PSIM Junior adalah Bambang Prastyo, satu di antara pelatih favoritnya hingga saat ini, bersama Berce Matulapelwa.

Darmo terkesan dengan sikap kedua pelatih itu, lataran sikapnya yang keras dan disiplin, namun dapat mengangkat martabat PSIM kala itu.

Halaman
123
Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved