Breaking News:

PPKM

TIDAK EFEKTIF, Epidemiolog UGM Sebut Jumlah Kasus Covid-19 Justru Meningkat Saat PPKM Jawa-Bali

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai jumlah kasus infeksi Virus Corona melewati satu juta kasus. 

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 DIY, Riris Andono 

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali selama dua minggu pada 11-25 Januari lalu juga dirasa Riris tidak cukup efektif untuk menekan penularan karena pada kenyataannya tingkat mobilitas masyarakat tidak banyak berubah.

Kebijakan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 WIB menurutnya juga tidak bermanfaat jika jumlah orang yang mengunjungi tempat tersebut tidak berkurang secara signifikan.

“Yang lebih penting bukan durasinya diperpendek sedikit, tetapi lebih pada seberapa banyak orang per satuan waktu yang ada di tempat tersebut,” terangnya.

Jumlah kasus yang justru meningkat selama penerapan PPKM menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak efektif. 

Kebijakan yang tidak dilakukan secara maksimal bahkan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.

“Kebijakan yang setengah-setengah hasilnya justru akan kontraproduktif. Masyarakat jadi tidak percaya dengan PPKM karena mereka lebih susah, tapi ternyata kasusnya justru meningkat,” ungkap Riris.

Untuk memperoleh hasil yang diharapkan, diperlukan kebijakan yang mampu menurunkan mobilitas secara massif, setidaknya hingga mencapai 70 persen.

Jika lebih dari 70 persen populasi tidak melakukan pergerakan di luar rumah selama dua minggu, maka mereka yang telah tertular dapat sembuh di tempat tinggalnya dengan sendirinya dan tidak sempat menularkan virus kepada orang lain.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Digelar Perdana di Kulon Progo

Baca juga: BPPTKG Terbangkan Drone Untuk Memastikan Jarak Luncuran Awan Panas Gunung Merapi

“Mereka yang tinggal serumah mungkin bisa tertular, tapi penularannya akan berhenti di rumah tersebut. Baru setelah itu digencarkan lagi test and treat untuk mencari mereka yang masih memiliki kemungkinan menularkan setelah dua minggu,” papar Riris.

Lebih lanjut ia menambahkan, keseriusan pemerintah harus ditunjukkan tidak hanya dalam merancang kebijakan tetapi juga dalam implementasinya. 

Halaman
123
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved