Breaking News:

Yogyakarta

BPN : Lahan Terdampak Tol Yogyakarta yang Tak Diketahui Pemiliknya Tak Bisa Diklaim Orang Lain

Posedur pembayaran ganti untung lahan yang tidak diketahui pemiliknya tersebut akan dibayarkan melalui pengadilan negeri (PN).

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjamin lahan terdampak tol Yogyakarta-Solo di Dukuh Temanggal 2, Desa Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman yang tidak diketahui pemiliknya akan tetap dibayarkan ganti untung sesuai ketentuan.

Sekretaris Pengadaan Lahan Jalan Tol Kanwil BPN DIY Syamsul Bahri mengatakan, prosedur pembayaran ganti untung lahan yang tidak diketahui pemiliknya tersebut akan dibayarkan melalui pengadilan negeri (PN).

Syamsul menjelaskan, jika sudah masuk trase lahan pembangunan tol tidak bisa diubah.

"Kalau pemiliknya tidak diketahui, proses pembayarannya nanti lewat pengadilan," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: BPN DIY Tak Bisa Bantu Penuhi Tuntutan Keberatan Warga Atas Nilai Ganti Untung Tol Yogya-Solo

Sebagai informasi bahwa lahan yang terdampak tol Yogyakarta-Solo dan belum diketahui pemiliknya tersebut hanya satu di bidang.

Menurut Syamsul, ketika pemilik lahan sudah ditemukan dan ingin meminta uang ganti untung, maka pemilik lahan harus menunjukan berkas tanah, serta kartu penduduk dan berkas adiministrasi lainnya.

"Harus disertai bukti-bukti kepemilikan. Nanti uang ganti untungnya bisa diambil di pengadilan dengan menggunakan surat pengantar dari kantor pertanahan," tegasnya.

Dirinya menjamin jika tidak akan ada klaim dari pihak lain, lantaran lahan yang belum diketahui tersebut sebenarnya sudah terdata di kantor pertanahan setempat.

"Kan datanya sudah ada di kantor pertanahan. Jadi tidak mungkin ada klaim. Itu kan bukan persoalan, kami hanya mencari alamat pemilik lahannya saja," terangnya.

Baca juga: BPN DIY Selesaikan Pendataan Tahap II Empat Desa di Sleman yang Terdampak Tol Yogya-Solo

Ditanya apabila pemilik lahan merasa keberatan atas trase tol Yogyakarta-Solo yang menyasar lahannya, BPN memastikan bahwa hal itu bisa saja dilakukan.

"Karena gugatan itu kan hak semua masyarakat ya. Jadi ya gak apa-apa kalau misal tahu-tahu tanahnya sudah jadi lahan tol, dan ingin mengajukan gugatan. Tapi itu sebetulnya bukan masalah," tegas dia.

Sementara Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR Galih Alfandi saat dihubungi belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kalau itu penyelesaiannya saya masih belum tahu," tambahnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved