Breaking News:

Total Kerugian Capai Rp 200 Juta Imbas Longsor di Desa Ardipuro Kaliangkrik Kabupaten Magelang

Kepala Desa Ardipuro Kaliangkrik Kabupaten Magelang, Waluyo menyebut, total kerugian dalam insiden tanah longsor

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Rumah warga yang tertimpa longsor di desa Ardipuro Kaliangkrik Magelang, Rabu (27/1/2021). Pemerintah desa setempat memperkirakan total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 200 juta. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepala Desa Ardipuro Kaliangkrik Kabupaten Magelang, Waluyo menyebut, total kerugian dalam insiden tanah longsor yang menimpa rumah warga di wilayahnya ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Selain membuat dua rumah warga rata dengan tanah, longsor itu juga menimbun dua unit kendaraan bermotor masing-masing satu roda empat dan satu roda dua.

"Mulai hujan itu sekitar 14.30 WIB dan cukup deras. Sekitar 15.30 WIB longsor terjadi. Ada dua rumah warga yang tertimpa serta dua kendaraan. Total kerugian mungkin Rp 200 juta," katanya, Rabu (27/1/2021). 

Baca juga: Sinopsis Lengkap Drama Korea Run On Episode 10: Kencan Pertama Mi Joo dan Seon Gyeom

Baca juga: Bukan Putri Anne atau Amanda Manopo, Arya Saloka Justru Dekat dengan Wanita Lain

Waluyo menjelaskan, tanah yang menimpa rumah warga sebenarnya tidak banyak.

Namun karena longsornya tanah dibarengi pula dengan rumpun bambu yang cukup banyak sehingga menyebabkan rumah warga yang tertimpa rata dengan tanah. 

"Karena hujan terus akar rumpun bambu ini kemasukan air dan mungkin tidak sanggup menahan lagi. Makanya terjadi longsoran. Korban jiwa tidak ada, tapi rumah yang tertimpa itu rata dengan tanah," jelasnya. 

Dia menambahkan, empat warga yang luka akibat insiden itu sempat dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun, kini tiga korban telah dipulangkan dan mengungsi ke rumah kerabat dan keluarganya. 

"Satu lagi masih di rawat di Rumah Sakit Tidar, luka di bagian leher belakang. Itu dia pas main ke rumah kakaknya dan kebetulan tengah berada di ruang depan, kan yang tertimpa itu bagian belakang tapi dia kena reruntuhan atap rumah," ujarnya. 

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 di Gunungkidul Mulai Dilakukan Kamis Besok, Berikut Daftar Penerimanya

Baca juga: Rating Sinetron Ikatan Cinta Meroket, Penonton Kesengsem dengan Aldebaran Naik Motor Besar

Longsor kali ini juga bisa disebut tidak terlalu berdampak signifikan.

Pada 2016 lalu desa setempat juga pernah mengalami bencana serupa dengan dampak yang lebih besar. 

"Karena sebenarnya agak jauh ya ke rumah warga itu sekitar 50 meter ke bawah. Di bawah juga ada tanah yang datar dan kalau misalnya itu jatuh saja dia tidak menimpa rumah. Tapi karena ada bambu dan dibarengin dengan angin jadi longsoran melompat melewati tanah datar dan langsung menimpa rumah," imbuhnya. 

Saat ini sejumlah relawan dan organisasi masyarakat lainnya tengah berusaha melakukan pembersihan di areal longsor untuk menghindari kejadian susulan. Warga juga disebut akan bergotong royong untuk membangun rumah korban yang rusak parah akibat kejadian itu. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved