Breaking News:

Bisnis

Penjualan Peti Jenazah di Kota Yogyakarta Alami Kenaikan

Di awal masa pandemi COVID-19, penjualannya sempat lesu. Tapi kemudian mulai membaik hingga akhir tahun dan ada kenaikan penjualan di bulan ini.

TRIBUNJOGJA.COM / Fatimah Artayu
Kios usaha peti jenazah milik Iwing di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Iwing Endar Sukarmijan (58), penjual Peti Jenazah di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta mengakui ada kenaikan penjualan peti jenazah di bulan Januari 2021.

Meski tak menjelaskan secara rinci jumlah perbandingan kenaikannya, Iwing merasakan bisnisnya sudah kian membaik dibanding tahun lalu.

Dia menjelaskan jika di awal masa pandemi COVID-19, penjualannya sempat lesu.

Tapi kemudian mulai membaik hingga akhir tahun dan ada kenaikan penjualan di bulan ini.

Ia menjelaskan bahwa pembeli yang datang tak serta merta membeli peti untuk keperluan pemakaman pasien covid-19.

Baca juga: Kisah Ismanto, Perjuangan Besar Memikul Peti Jenazah dengan Protokol Covid-19 di Kulon Progo

"Sekarang ini, baik yang muslim maupun non-muslim ada juga yang pesan pakai Peti Jenazah," katanya.

Dia menambahkan, "Kalau yang muslim petinya dipakai ketika sudah selesai disucikan, disalatkan, sampai ke pemakaman. Tapi petinya tidak disertakan dikubur. Cuma sebagai pengganti keranda saja."

Di awal masa pandemi COVID-19, Iwing mengaku sempat tak ada pesanan Peti Jenazah selama tiga bulan.

Usahanya mulai membaik setelah Idulfitri tahun 2020.

Sebagian orang mungkin beranggapan jika tingginya jumlah kematian akibat COVID-19 semakin meningkat, kemudian penjual peti jenazah kebanjiran order.

Halaman
12
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved